Selasa, 14 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Cadangan Beras Pemerintah Capai 4,72 Ton

Jika sebelumnya capaian tertinggi CBP berada di kisaran 2,684 juta ton, kini meningkat signifikan jadi 4,72 juta ton

TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
STOK BERAS - Kuli panggul menurunkan beras dari truk di Pasar Kebon Roek Mataram. Jika sebelumnya capaian tertinggi CBP berada di kisaran 2,684 juta ton, kini meningkat signifikan jadi 4,72 juta ton. 
Ringkasan Berita:
  • Jika sebelumnya capaian tertinggi berada di kisaran 2,684 juta ton, kini meningkat signifikan jadi 4,72 juta ton.
  • Pemerintah optimistis CBP akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gejolak pasokan, serta menjamin ketersediaan pangan.

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah mencatat capaian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4,72 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok CBP kini melonjak drastis. 

Jika sebelumnya capaian tertinggi berada di kisaran 2,684 juta ton, kini meningkat signifikan dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
 
“Ini kerja keras kita semua, terutama teman-teman Bulog. Mungkin ini capaian tertinggi sejak Bulog berdiri,” ungkap Mentan Amran di Kantor Bulog, Jakarta , (13/4/2026).
 
Menurutnya, capaian CBP saat ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan, terutama di awal pemerintahan ketika keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama.

Baca juga: CBP Lebih dari 4 Juta Ton, Stok Beras Cukup untuk 324 Hari ke Depan

“Dulu uangnya Bulog tidak ada. Kami sampaikan langsung ke Bapak Presiden, dan dalam hitungan menit langsung direspons. Kebutuhan Rp16,6 triliun langsung direalisasikan,” ujar Amran.
 
Amran menambahkan, dukungan anggaran terus mengalir seiring meningkatnya kebutuhan untuk memperkuat stok pangan nasional. 

Setelah itu, pemerintah kembali mengalokasikan kebutuhan sebesar Rp39 triliun untuk memastikan CBP berada pada level aman.
 
“Ini menyangkut hajat hidup 115 juta orang. Jadi penguatan CBP bukan pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.
 
Dengan capaian ini, pemerintah optimistis CBP akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gejolak pasokan, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.
 
“Kelihatannya sederhana, tapi dampaknya dirasakan seluruh Indonesia. Ada 115 juta saudara kita yang hidup dari sektor ini,” pungkas Amran.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved