Berita NTB
Terkendala Anggaran, Pemprov NTB Cicil Desain Perbaikan Ruas Jalan Rusak
Pemprov NTB siapkan desain (DED) perbaikan jalan rusak, namun pelaksanaan masih menunggu ketersediaan anggaran.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Pemprov NTB siapkan desain (DED) perbaikan jalan rusak, namun pelaksanaan masih menunggu ketersediaan anggaran.
- Tercatat 31 ruas jalan rusak akibat bencana, dan pemerintah pertimbangkan teknologi baru agar jalan lebih tahan.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan detail engineering desain (DED), untuk ruas-ruas jalan yang rusak parah yang menjadi kewenangan daerah.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) NTB, Ilham Ardiansyah mengatakan penanganan ruas jalan provinsi saat ini masih terkendala anggaran.
"Sekarang tinggal kelonggaran anggaran saja, kalau ada anggaran, ruas jalan yang sudah ada DED-nya bisa langsung lelang fisik," kata Ilham, Kamis (2/4/2026).
Ia mengatakan, seluruh jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi saat ini menjadi prioritas, hanya saja penanganannya masih terkendala anggaran yang belum turun ke Bidang Bina Marga untuk di eksekusi.
Sembari menunggu anggaran tersebut disiapkan, PUPRPKP tengah menyiapkan desainnya. Dan ketika itu sudah siap dan anggaran juga sudah ada maka seluruh ruas jalan tersebut akan di mantapkan sesuai dengan skala prioritas.
Penanganan ruas jalan ini terbagi atas dua kewenangan, jika ruas jalan tersebut rusak ringan maka penanganannya dilakukan oleh balai jalan. Sementara jika rusak sedang hingga berat ditangani oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP.
Baca juga: Pemprov NTB Gerak Cepat Tangani Jalan Rusak Praya–Keruak, Aktivis Sosial Apresiasi Pemerintah
Sebelumnya Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkap kondisi kemantapan jalan provinsi saat ini, dimana ada 31 titik ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam hidrometeorologi yang menerjang seluruh wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Memang kondisi alam yang sekarang, satu kita perbaiki muncul kerusakan lain di tempat lain, setidaknya ada 31 titik ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan akibat banjir dan sebagainya," kata Iqbal, Sabtu (7/3/2026).
Untuk mencegah dampak yang berulang dari bencana alam ini, Pemerintah Provinsi NTB sedang menimang beberapa teknologi baru yang lebih cocok dengan kondisi alam khususnya di Pulau Sumbawa.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menemukan teknologi baru yang lebih murah, lebih cepat dan lebih kuat dalam menghadapi air," ujarnya.
Salah satu teknologi yang dipertimbangkan untuk digunakan yakni well stabilizer yang saat ini tengah dikembangkan di Australia, ini adalah teknologi yang sangat stabil yang menjadi opsi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Sumbawa.
Namun demikian, opsi ini masih dikaji oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perusahaan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) NTB. Keputusan ini dibuat setelah Iqbal berkeliling di Sumbawa dan melihat penyebab ruas jalan di sana rusak akibat bencana hidrometeorologi.
"Jadi teknologi aspal tidak terlalu cocok untuk kondisi seperti itu," kata Iqbal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Perbaikan-jalan-rusak-Praya-Kopang.jpg)