Kamis, 23 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Jumlah Formasi Seleksi CPNS NTB Berpotensi Menciut

Tahun 2026 ini, sebanyak 545 ASN tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memasuki masa pensiun

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Dok. Pemprov NTB
REKRUTMEN CPNS - Sejumlah ASN Pemerintah Provinsi NTB sedang mengikuti upacara. Tahun 2026 ini, sebanyak 545 ASN tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memasuki masa pensiun. 

Ringkasan Berita:
  • Tahun 2026 ini, sebanyak 545 ASN tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memasuki masa pensiun.
  • Saat ini, BKD NTB tengah aktif melakukan pemetaan kebutuhan ASN.

TRIBUNLOMBOK.COM - Belanja pegawai di NTB saat ini telah menembus angka 33,8 persen dari total APBD.

Angka itu melampaui ambang batas nasional hampir 4 persen sehingga bakal berdampak pada rencana rekrutmen CPNS 2026.

Kepala BKD NTB, Tri Budiprayitno, yang akrab disapa Yiyit, mengakui bahwa kondisi ini membuat pihaknya tidak bisa bergerak bebas dalam menentukan formasi. 

Semakin besar formasi yang diajukan, semakin besar beban belanja pegawai di masa mendatang.

Baca juga: Jumlah Besaran THR Lebaran 2026 ASN dan PPPK Menurut Golongan

Ratusan ASN Pensiun

Tahun 2026 ini, sebanyak 545 ASN tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memasuki masa pensiun. 

Jumlah ini yang dalam kondisi normal seharusnya menjadi dasar penghitungan formasi rekrutmen baru.

Merekrut CPNS sejumlah yang pensiun belum menjadi pilihan karena kemungkinan jumlah formasi CPNS 2026 yang diajukan Pemprov NTB akan berada di bawah itu. 

"Maka kita harus mempertimbangkan zero growth, maka Pemprov jangan sampai meminta formasi lebih dari itu," katanya.

Zero growth dalam konteks ini berarti idealnya setiap satu ASN yang pensiun diganti satu. 

Namun dengan kondisi anggaran seperti sekarang, bahkan pendekatan itu pun terancam tidak terpenuhi.

Usulan Formasi

Berbagai strategi pun ditempuh caranya dengan penentuan formasi. 

Salah satu formasi yang diusulkan sebelumnya, yakni dokter subspesialis, ternyata tidak diminati sehingga menjadi sia-sia secara administratif.

"Mungkin kita akan terima yang dokter umum saja, karena kalau subspesialis agak sulit," ujar Yiyit. 

Jumlah dan Jadwal Belum Pasti

Saat ini, BKD NTB tengah aktif melakukan pemetaan kebutuhan dengan cara menghubungi satu per satu OPD yang berpotensi kekurangan tenaga sehingga belum ada angka konkret jumlah formasi. 

Jadwal pembukaan seleksi sama sekali belum bisa dipastikan. Karena roses rekrutmen CPNS bersifat nasional  maka NTB tidak bisa membuka seleksi sendiri tanpa ada keputusan dan instruksi dari pemerintah pusat.

BKD NTB masih dalam posisi menunggu, sambil terus mematangkan usulan formasi yang akan disampaikan ke pusat.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved