Selasa, 21 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Lebaran Topat 2026

Dapur Warga Lombok Timur Mengepul Sambut Lebaran Topat

Asap yang mengepul bukan lagi sekadar tanda memasak melainkan simbol semangat menyambung silaturahmi

Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
LEBARAN TOPAT - Warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur memasak ketupatnya di depan rumah dengan tungku dan kayu bakar, Jumat (27/3/2026). Asap yang mengepul bukan lagi sekadar tanda memasak melainkan simbol semangat menyambung silaturahmi. 

Ringkasan Berita:
  • Proses memasak ketupat dalam jumlah besar biasanya dimulai sehari sebelum pelaksanaan Lebaran Topat.
  • Tradisi Lebaran Topat di Lombok, khususnya di wilayah Lombok Timur bagian Utara, memiliki makna yang mendalam.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemandangan khas menghiasi sejumlah desa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjelang perayaan Lebaran Topat

Tidak hanya hiasan ketupat yang bergelantungan di teras rumah dan sampah bekas pembuatan ketupat dari daun kelapa. 

Namun kepulan asap yang membubung dari cerobong dapur kayu menjadi tanda bahwa momen sakral seminggu setelah Idul Fitri tersebut akan segera tiba.

Di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, sejak pagi hari bapak-bapak dan pemuda sibuk mencari daun kelapa untuk dijadikan ketupat juga membersihkan janur untuk anyaman ketupat.

Sementara para ibu-ibu mempersiapkan bahan seperti beras yang akan di isi didalam anyaman Topat tersebut.

Baca juga: Pedagang Ketupat Dadakan di Mataram Ramai Berjualan Jelang Lebaran Topat

Asap yang mengepul bukan lagi sekadar tanda memasak melainkan simbol semangat menyambung silaturahmi yang akan dilaksanakan pada hari kedelapan Syawal itu 

"Ini sudah menjadi kebiasaan kami turun-temurun. Lebaran Topat tidak lengkap rasanya kalau tidak ada kepulan asap dari dapur. Apalagi aroma ketupat yang dimasak dengan kayu bakar itu beda, lebih wangi dan bikin kangen," kata Rohayum (45), saat ditemui di sela-sela kesibukannya menata ketupat di atas tungku pada Jumat (27/3/2026).

Rohayum menjelaskan, proses memasak ketupat dalam jumlah besar ini biasanya dimulai sehari sebelum pelaksanaan Lebaran Topat

Di dapur tradisionalnya, terlihat setidaknya ada dua tungku besar menyala bersamaan, menghabiskan puluhan ikat ketupat sekaligus. 

Kepulan asap yang membubung tinggi dari setiap rumah dianggap sebagai penanda bahwa warga siap untuk saling berkunjung dan memaafkan.

"Bukan hanya di dapur saja tempat warga memasak, tapi ada juga warga menghidupkan api di pinggir gang atau di depan halaman rumah nya," ucap Rohayum.

Tradisi Lebaran Topat di Lombok, khususnya di wilayah Lombok Timur bagian Utara, memiliki makna yang mendalam. 

Berbeda dengan perayaan Idul Fitri yang lebih bersifat personal dan keluarga, Lebaran Topat identik dengan kebersamaan lintas kampung. 

Masyarakat biasanya akan berbondong-bondong menuju masjid untuk melakukan doa bersama, dilanjutkan dengan makan ketupat bersama (berayan).

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved