Berita Lombok Tengah
Diskominfo Lombok Tengah Rutin Update Harga Bahan Pokok Selama Ramadan
Pemantauan rutin terhadap fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya permainan harga
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Pemantauan rutin terhadap fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya permainan harga.
- Segera mengambil tindakan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan pada komoditas tertentu.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok guna menekan laju inflasi.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Tengah melakukan pemantauan rutin terhadap fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya permainan harga.
Strateginya melakukan pelaporan perkembangan harga secara harian berkordinasi dengan dinas terkait, melalui kanal media sosial yang dimiliki.
Hal ini dilakukan agar Pemkab Lombok Tengah juga dapat segera mengambil tindakan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan pada komoditas tertentu.
"Setiap hari ada laporan perkembangan harga bahan pokok. Jadi kapan dia bergerak naik dan sebagainya, itu kita sudah tahu sebenarnya, dan itu kita coba akan optimalkan informasinya melalui media sosial,” ucap Kepala Dinas Kominfo Lombok Tengah, Lalu Herdan saat ditemui, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: DPRD NTB Heran Harga Bahan Pokok Kerap Naik di Bulan Ramadan, Singgung Ulah Spekulan
Perhatian khusus diberikan pada komoditas cabai yang mengalami kenaikan harga cukup tajam.
“Harga cabai yang cukup beranjak harganya, ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian, kemudian Ketahanan Pangan, dan Perindag. Itu kami ada upaya,” jelasnya.
Herdan mengakui bahwa saat ini belum tersedia portal khusus yang dapat diakses masyarakat secara real-time untuk memantau harga pasar.
Sebelumnya, pada tahun 2025, sempat ada inisiatif rutin menampilkan harga pokok dari data Perindapang melalui media sosial, namun program tersebut terhenti karena kendala pasokan data.
Menanggapi usulan agar masyarakat memiliki acuan harga resmi guna menghindari permainan harga di tingkat pedagang bawah, pemerintah berencana mengoptimalkan kanal komunikasi yang sudah tersedia.
Penggunaan media sosial dinilai menjadi solusi paling efektif untuk menyebarkan informasi harga secara luas kepada masyarakat.
“Nanti kita coba sampaikan itu. Seperti tadi juga, kan bisa menggunakan media yang kita punya, media sosial yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Itu yang lebih efektif ya,” pungkasnya.
Diharapkan, masyarakat dapat mengetahui harga pasar yang sesungguhnya sehingga tidak mudah terjebak oleh permainan harga yang merugikan konsumen.
(*)
| Investor Jepang Bantu Pengembangan Panti Asuhan di KEK Mandalika |
|
|---|
| Petugas Pemasang Jaringan Listrik Tersengat Listrik, Korban Dilarikan ke RS Praya |
|
|---|
| Polres Lombok Tengah Bantah Tudingan Salah Tangkap dalam Kasus Bentrokan di Pengadang |
|
|---|
| Daftar Perwira Polres Lombok Tengah Dimutas Mei 2026 |
|
|---|
| Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan di Lombok Tengah yang Disebut Korban Salah Tangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Lombok_Tengah__Lalu_Herdan_33467jpg.jpg)