Rabu, 20 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Lombok Tengah

Diskominfo Lombok Tengah Rutin Update Harga Bahan Pokok Selama Ramadan

Pemantauan rutin terhadap fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya permainan harga

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
UPDATE INFORMASI - Kepala Dinas Kominfo Lombok Tengah, Lalu Herdan saat ditemui, di ruang kerjanya Kamis (26/2/2026). Pemantauan rutin terhadap fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya permainan harga. 
Ringkasan Berita:
  • Pemantauan rutin terhadap fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya permainan harga.
  • Segera mengambil tindakan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan pada komoditas tertentu.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok guna menekan laju inflasi. 

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Tengah melakukan pemantauan rutin terhadap fluktuasi harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya permainan harga.

Strateginya melakukan pelaporan perkembangan harga secara harian berkordinasi dengan dinas terkait, melalui kanal media sosial yang dimiliki.

Hal ini dilakukan agar Pemkab Lombok Tengah juga dapat segera mengambil tindakan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan pada komoditas tertentu.

"Setiap hari ada laporan perkembangan harga bahan pokok. Jadi kapan dia bergerak naik dan sebagainya, itu kita sudah tahu sebenarnya, dan itu kita coba akan optimalkan informasinya melalui media sosial,” ucap Kepala Dinas Kominfo Lombok Tengah, Lalu Herdan saat ditemui, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: DPRD NTB Heran Harga Bahan Pokok Kerap Naik di Bulan Ramadan, Singgung Ulah Spekulan

Perhatian khusus diberikan pada komoditas cabai yang mengalami kenaikan harga cukup tajam. 

“Harga cabai yang cukup beranjak harganya, ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian, kemudian Ketahanan Pangan, dan Perindag. Itu kami ada upaya,” jelasnya.

Herdan mengakui bahwa saat ini belum tersedia portal khusus yang dapat diakses masyarakat secara real-time untuk memantau harga pasar. 

Sebelumnya, pada tahun 2025, sempat ada inisiatif rutin menampilkan harga pokok dari data Perindapang melalui media sosial, namun program tersebut terhenti karena kendala pasokan data.

Menanggapi usulan agar masyarakat memiliki acuan harga resmi guna menghindari permainan harga di tingkat pedagang bawah, pemerintah berencana mengoptimalkan kanal komunikasi yang sudah tersedia.

Penggunaan media sosial dinilai menjadi solusi paling efektif untuk menyebarkan informasi harga secara luas kepada masyarakat.

“Nanti kita coba sampaikan itu. Seperti tadi juga, kan bisa menggunakan media yang kita punya, media sosial yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Itu yang lebih efektif ya,” pungkasnya.

Diharapkan, masyarakat dapat mengetahui harga pasar yang sesungguhnya sehingga tidak mudah terjebak oleh permainan harga yang merugikan konsumen.

(*) 

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved