Sabtu, 16 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Jadwal Masuk Sekolah di Bulan Ramadan 2026 Setelah Libur Awal Puasa

Pembelajaran tatap muka di sekolah/madrasah berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM
MASUK SEKOLAH - Kegiatan Imtaq di sekolah saat bulan Ramadhan di Kota Mataram. Pembelajaran tatap muka di sekolah/madrasah berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Pembelajaran tatap muka di sekolah/madrasah berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
  • Libur bersama Idulfitri ditetapkan pada 16–20 Maret serta 23–27 Maret 2026.

TRIBUNLOMBOK.COM - Siswa sekolah masih menjalani libur dalam rangka Imlek dan Ramadan 2026.

Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mengatur bahwa pada 18–21 Februari 2026 merupakan libur sekolah. 

Murid melaksanakan pembelajaran secara mandiri sesuai penugasan dari sekolah atau madrasah di:

  •  lingkungan keluarga
  •  tempat ibadah
  • -masyarakat 

Lalu kapan murid masuk sekolah lagi?

Baca juga: Ramadan-Lebaran 2026: Siswa Sekolah Masuk 3 Minggu, Libur 3 Minggu

Jadwal Sekolah di Bulan Ramadan

Pembelajaran tatap muka di sekolah/madrasah berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Kegiatan pembelajaran antara lain:

  • Penguatan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. 
  • Murid Muslim dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman
  • Murid non-Muslim didorong mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.

Libur Lebaran 2026

Libur bersama Idulfitri ditetapkan pada 16–20 Maret serta 23–27 Maret 2026.

Jadwal masuk sekolah lagi setelah lebaran: 30 Maret 2026. 

Selama masa libur, murid diharapkan memperkuat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan.

SEB ini juga meminta pemerintah daerah dan satuan pendidikan menyesuaikan aktivitas pembelajaran, termasuk: 

  • mengurangi intensitas kegiatan fisik, 
  • melakukan asesmen formatif, 
  • memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus dan murid yang berpotensi tertinggal. 

Kepala satuan pendidikan diminta menjaga keamanan sarana prasarana sekolah dan menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua.

Orang tua dan wali murid turut didorong mendampingi anak dalam kegiatan ibadah, literasi, numerasi, seni, olahraga, serta penguatan karakter, sekaligus mengatur penggunaan gawai dan internet secara bijak serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik pernikahan usia dini.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved