Minggu, 12 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ramadan 2026

Hilal di NTB Tidak Terlihat, 1 Ramadan Jatuh Hari Kamis

Tim rukyatul hilal Kanwil Kemenag NTB menyatakan hilal belum terlihat karena posisinya masih di bawah ufuk (-1 derajat).

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
PANTAU HILAL: Suasana pemantauan hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (17/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tim rukyatul hilal Kanwil Kemenag NTB menyatakan hilal belum terlihat karena posisinya masih di bawah ufuk (-1 derajat), berdasarkan pemantauan di POB Desa Teniga, Lombok Utara.
  • Karena hilal tidak terlihat, dilakukan istikmal sehingga 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2/2026), setelah bulan Sya’ban digenapkan 30 hari.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Hasil pemantauan hilal oleh tim rukyatul hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan bahwa hilal belum terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk.

"Berdasarkan pemantauan kami, tinggi hilal berada pada -1 derajat. Artinya, hilal masih di bawah ufuk dan tidak mungkin terlihat," ujar Arino Bemi Sado, perwakilan tim rukyatul hilal Kanwil Kemenag NTB, Selasa (17/2/2026).

Pemantauan tersebut berlangsung di Pusat Observasi Bulan (POB) Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Bemi menjelaskan, karena hilal tidak terlihat, maka akan dilakukan istikmal atau penggenapan jumlah hari pada bulan berjalan menjadi 30 hari.

"Artinya, besok Rabu (18/2/2026) masih tanggal 30 Sya'ban, dan hari Kamis baru ditetapkan sebagai 1 Ramadan," jelas dosen Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram tersebut.

Bemi menambahkan untuk hari esok tidak perlu lagi dilakukan pemantauan ulang. Hal ini dikarenakan posisi hilal dipastikan sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian mencapai 8 derajat.

Hasil pemantauan Kanwil Kemenag NTB ini juga diperkuat oleh data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan hal serupa, yakni hilal tidak teramati.

Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Azis, menyampaikan seluruh hasil pemantauan ini telah dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat yang berlangsung malam ini.

"Sudah kami kirim hasilnya, apapun keputusan nanti tentunya kita tunggu bersama-sama," kata Zamroni. 

Sebagai informasi, proses rukyatul hilal di Kabupaten Lombok Utara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat. Ini merupakan kali pertama pemantauan dilakukan di lokasi tersebut, yang biasanya dipusatkan di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved