Gubernur NTB Dorong Pengelolaan Sampah Modern, Truk Compactor Jadi Solusi Cepat
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong bupati/walikota menyusun strategi pengelolaan sampah jangka pendek dengan bak standar dan truk compactor.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong bupati/walikota menyusun strategi pengelolaan sampah jangka pendek dengan bak standar dan truk compactor.
- Berbagai daerah di NTB, termasuk Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Kota Mataram, tengah menyiapkan program inovatif seperti insinerator.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong bupati/walikota menyusun strategi pengelolaan sampah di masing-masing daerah, baik dalam rencana jangka pendek maupun jangka panjang kedepannya.
Baginya persoalan sampah ini bukan hal yang sederhana, namun kompleks. Sehingga untuk jangka pendek Iqbal mendorong masing-masing daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki bak sampah standar dan truk compactor.
"Saya sarankan daerah untuk meningkatkan investasi pada pengadaan bak sampah standar dan truk compactor, satu truk compactor stara kapasitasnya dengan tiga dump truk," kata Iqbal di hadapan bupati/walikota dalam kegiatan high level meeting, Jumat (13/2/2026) malam.
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini mengatakan bahwa saat ini baru Kota Mataram saja yang memiliki fasilitas tersebut, ia memerintahkan agar ada alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk penanganan sampah.
"Kita perlu dukungan APBD agar tidak ada lagi sampah yang menumpuk di pinggir jalan," kata Iqbal.
Menanggapi arahan Gubernur Iqbal, Bupati Lombok Utara TGH Najmul Akhyar mengatakan bahwa saat ini daerahnya tengah fokus mengurusi masalah sampah utamanya di kawasan pariwisata yakni Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena).
Najmul mengatakan saat ini sudah ada tiga insinerator atau alat pengelolaan sampah di Gili Tramena, dan saat ini sedang menyiapkan langkah kerjasama dalam pengelolaan sampah tersebut serta kebutuhan air bersih.
Karena dia hal inilah yang menjadi persoalan di destinasi wisata tiga gili tersebut sejak beberapa tahun terakhir.
"Saat ini sudah ada tiga insinerator dan sedang menyiapkan kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) tentang penanganan sampah dan pengelolaan air bersih," ungkap Najmul.
Baca juga: Mahasiswa KKN Unram Sulap Sampah Plastik Jadi Plang Dusun dan Taman Agrowisata
Berbeda dengan Bupati Najmul, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri justru lebih memilih menggunakan program dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pathul mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sudah meluncurkan gerakan ASRI (Aman, Resik dan Indah) di Kawasan Mandalika. Kegiatan ini akan rutin dilakukan setiap minggu ketiga dalam satu bulan.
Saat ini ada dua daerah yang tengah bergelut menyelesaikan persoalan sampah, yakni Lombok Barat dan Kota Mataram.
Lombok Barat sebagai daerah yang memiliki lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sudah kesulitan menampung kiriman sampah dari Kota Mataram meskipun TPA Kebon Kongok sudah berulang kali di optimalisasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KELOLA-SAMPAH-PEMPROV-NTB.jpg)