Kamis, 23 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Bocah di NTT Akhiri Hidup Dapat PIP Tapi Batal Cair karena Administrasi

Data keluarga korban terdaftar di wilayah lain karena sempat tidak bertempat tinggal di Kabupaten Ngada

TRIBUNLOMBOK.COM/TRIBUNFLORES/CHARLES AKBAR
AKHIRI HIDUP - Kondisi rumah tempat tinggal YBR (10), murid SD kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026). Data keluarga korban terdaftar di wilayah lain karena sempat tidak bertempat tinggal di Kabupaten Ngada. 

Ringkasan Berita:
  • Data keluarga korban terdaftar di wilayah lain karena sempat tidak bertempat tinggal di Kabupaten Ngada.
  • Ibu YBS sebenarnya sempat akan mencairkan bantuan PIP untuk korban.

TRIBUNLOMBOK.COM - Terungkap bahwa YBR (10), bocah di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidup merupakan penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP)

Bupati Ngada Raymundus Bena mengungkap bahwa keluarga YBS masuk sebagai keluarga tidak mampu dan terdaftar sebagai penerima bantuan.

Namun, data keluarga korban terdaftar di wilayah lain karena sempat tidak bertempat tinggal di Kabupaten Ngada.

Keluarga YBS akhirnya kembali bertempat tinggal di Kabupaten Ngada tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan di kabupaten sebelumnya tinggal.

YBS tetap diberi bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kabupaten Ngada meski secara administratif terdaftar di lokasi tempat tinggal sebelumnya.

Baca juga: Keluarga Anak SD di NTT Akhiri Hidup Diberi Santunan, 2 Kakak Korban Disekolahkan Lagi

"Dari sisi administrasi, masih terdaftar di kabupaten sebelah. Untuk bantuan si anak ini, walaupun masih terdaftar di sebelah, kita tetap menyediakan bantuan PIP," jelasnya, seperti dikutip dari Tribunnews.

Bena mengatakan ibu YBS sebenarnya sempat akan mencairkan bantuan PIP untuk korban.

Namun, karena terbentur masalah administratif, maka pencairan pun ditunda.

"Ketika gurunya menyampaikan ke ibunya 'nanti ke kabupaten untuk ngurus PIP', anak ini sampaikan ke ibunya. 

"Naiklah ke kabupaten, ke BRI. Sampai di atas, dilihat datanya tapi karena masih terdaftar di kabupaten sebelah, akhirnya di-pending (pencairan PIP)," katanya.

Bena mengatakan ibu YBS sempat akan mengurus syarat administrasi ke pemerintah desa agar PIP sang anak bisa dicairkan.

Namun, ibu korban tidak kunjung mengurus syarat administrasi tersebut. 

Dia menilai hal ini menjadi salah satu penyebab lain sehingga YBS mengakhiri hidupnya.

"Nah ini juga diduga bisa menjadi akumulasi lain (motif YBS mengakhiri hidup). Benturan inilah, psikologi sosial yang akhirnya mengambil keputusan semacam itu," jelasnya.

Kronologi Korban Akhiri Hidup

YBR (10), murid SD kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved