Rabu, 27 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Harga Emas

Emas UBS Per Gram Hari Ini Masih Bertahan di Harga Rp3 Juta

UBS masih di atas Rp3 juta: Harga emas UBS 1 gram turun Rp16.000 ke Rp3.002.000, menunjukkan koreksi namun minat pasar tetap kuat.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HARGA EMAS - Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Galeri 24 Pegadaian. UBS masih di atas Rp3 juta: Harga emas UBS 1 gram turun Rp16.000 ke Rp3.002.000, menunjukkan koreksi namun minat pasar tetap kuat. 

Emas Galeri24 dan Antam tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram, sementara emas UBS dijual dari 0,5 gram hingga 500 gram.

Meskipun sama-sama memiliki kadar kemurnian 99,99 persen atau 24 karat, ketiga produk emas ini memiliki karakteristik berbeda.

Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (BUMN) dengan sertifikasi internasional LBMA.

Sementara emas Galeri 24 diproduksi oleh anak perusahaan PT Pegadaian dengan sertifikasi SNI.

Lalu emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera yang memiliki sertifikasi nasional dan harga yang cenderung lebih terjangkau.

Namun untuk emas Antam, hingga Selasa hari ini terpantau masih belum tersedia secara reguler dalam sistem distribusi harian di platform Sahabat Pegadaian.

Harga Emas Antam di Logam Mulia Turun Tipis
Sejalan dengan kondisi di Pegadaian, harga emas bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga ikut mengendur pada perdagangan Selasa (27/1/2026).

Setelah berhari-hari mencatatkan reli kenaikan, hari ini emas Antam akhirnya "istirahat" dan mengalami pelemahan tipis.

Mengacu pada data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, harga emas Antam hari ini untuk pecahan 1 gram tercatat sebesar Rp2.916.000.

Angka ini turun tipis Rp1.000 dibandingkan harga pada Senin (26/1/2026) yang berada di level Rp2.917.000.

Kondisi serupa terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Logam Mulia.

Harga buyback hari ini dipatok sebesar Rp2.749.000 per gram, menyusut Rp1.000 dibandingkan posisi kemarin di level Rp2.750.000 per gram.

Secara analitis, penurunan tipis ini menunjukkan adanya aksi profit taking atau ambil untung oleh sebagian investor setelah harga menyentuh level tertinggi.

Meskipun demikian, selisih (spread) antara harga beli dan harga buyback masih berada di angka yang cukup lebar, yakni Rp167.000 per gram.

Para investor disarankan untuk tetap memantau sentimen pasar global dan nilai tukar rupiah yang sangat memengaruhi volatilitas harga logam mulia domestik.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved