Senin, 13 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Kota Mataram

Inflasi Kota Mataram Terkendali, Namun Harga Beras Premium Perlu Solusi

Pemerintah Kota Mataram menggelar High Level Meeting (HLM) pengendalian inflasi bersama sejumlah pihak terkait pada Kamis (11/9/2025).

Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/RINA JULIASTUTI
HARGA BERAS - Asisten II Setda Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Kota Mataram Kota Mataram, Miftahurrahman. Ia menyampaikan inflasi Kota Mataram saat ini masih tergolong stabil. 

Laporan TribunLombok.com, Rina Juliastuti

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pemerintah Kota Mataram menggelar High Level Meeting (HLM) pengendalian inflasi bersama sejumlah pihak terkait pada Kamis (11/9/2025).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari ketersediaan pangan, kenaikan harga beras premium, hingga antisipasi lonjakan harga menjelang bulan Maulid.

Rapat dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Nusa Tenggara Barat, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Mataram, serta sejumlah pakar dan pemangku kepentingan lainnya.

Asisten II Setda Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Kota Mataram, Miftahurrahman menyampaikan, inflasi Kota Mataram saat ini masih tergolong stabil.

“Alhamdulillah, inflasi Kota Mataram masih terkendali. Kita berada di ring 2,5 plus minus 1, dan saat ini posisinya 2,69. Artinya stabil,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyoroti harga beras premium yang dinilai menjadi permasalahan utama di lapangan. Ia menyampaikan stok beras premium di Bulog terbatas, sementara belum ada pengelompokan kualitas yang jelas antara beras medium dan super.

“Sekarang harga eceran tertinggi (HET) beras premium ditetapkan Rp14.900. Padahal di lapangan ada kualitas super yang harganya Rp17.900. Karena harga diratakan, para distributor khawatir menjual di atas HET, sehingga barang jadi ditarik dan tidak muncul di pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan perbedaan kualitas seharusnya disertai pula dengan perbedaan harga jual.

“Kalau beras premium medium bisa Rp14.900, sedangkan premium super Rp17.900. Konsumen yang paham kualitas tentu bisa membedakan,” tambahnya.

Selain beras, beberapa komoditas pangan lainnya juga ikut memengaruhi inflasi, khususnya sumber protein hewani seperti daging ayam dan sapi yang mengalami kenaikan harga.

Sebaliknya, harga komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang mengalami penurunan.

“Fluktuasi harga ini wajar, apalagi menjelang momen-momen tertentu. Yang penting, tidak semua komoditas mengalami kenaikan serentak,” katanya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Kota Mataram bersama Bulog, Satgas Pangan, dan Dinas Perdagangan akan akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi terbaik terkait distribusi beras premium serta stabilisasi harga pangan.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved