Minggu, 3 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Lebaran Topat 2026

Momen Wali Kota Mataram Tabuh Beduk pada Perayaan Lebaran Topat di Makam Bintaro

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menambah semarak Lebaran Topat di Makam Bintaro dengan menabuh beduk secara energik dan harmonis.

Tayang:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
LEBARAN TOPAT - Momen Wali Kota Mataram Mihan Roliskana saat memukul beduk dengan lihai pada perayaan Lebaran Ketupat di Makam Bintaro Ampenan, Sabtu (28/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Perayaan mengusung tema “Wadah Satu Sampan,” hasil kolaborasi kreatif Karang Taruna dan masyarakat, mencerminkan semangat kebersamaan Ampenan.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti kawasan Makam Bintaro, Ampenan, dalam perayaan Lebaran Topat atau Lebaran Ketupat, Sabtu (28/3/2-26).

Tradisi tahunan tersebut menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Wali Kota Mataram Mohan Roliskana yang menunjukkan sisi keterampilan yang jarang terlihat di depan publik.

Bukan sekadar hadir untuk memberikan sambutan resmi, orang nomor satu di Mataram tersebut tampak antusias menghampiri sebuah beduk besar yang telah disiapkan oleh panitia.

Tanpa ragu, Mohan mengambil pemukul beduk dan mulai menabuh dengan irama yang mantap, bertenaga, dan harmonis.

Aksi spontan ini pun langsung mencuri perhatian dan menambah semangat warga yang berkerumun di lokasi. 

Salah seorang warga yang menyaksikan momen tersebut, Zamroni memberikan apresiasinya terhadap kemahiran orang nomor satu di Kota Mataram itu.

“Luar biasa, ternyata Pak Wali sangat lihai. Pukulan beduknya punya ritme yang pas, benar-benar menambah semangat suasana Lebaran Ketupat hari ini,” ucap Zamroni.

Baca juga: Semarak Lebaran Topat di Makam Bintaro, Anak Muda dan Masyarakat Kolaborasi Ciptakan Nuansa Baru

Selain aksi menabuh beduk, perayaan tahun ini juga menonjol karena mengusung tema unik yang mencerminkan persatuan, yaitu “Wadah Satu Sampan”

Tema ini diwujudkan melalui kolaborasi kreatif antara pemuda yang bernaung di bawah Karang Taruna dengan masyarakat umum, yang terlihat dari berbagai dekorasi inovatif di lokasi acara.

Ketua Panitia, Rudi Herlambang, menjelaskan bahwa perayaan ini merupakan simbol nyata dari semangat kebersamaan masyarakat Ampenan. 

“Ini hasil kreasi pemuda dari dekorasi bagaimana membuat terobosan yang lain daripada yang lain. Kreativitas anak muda yang dinaungi Karang Taruna Satu Sampan berkolaborasi menggandeng pemuda dan masyarakat umumnya. Ini bentuk gotong royong masyarakat Ampenan,” kata Rudi.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved