Dinas Pertanian Lombok Timur Sebut Cuaca Ekstrem Hambat Distribusi Pupuk
Dinas Pertanian Lombok Timur memastikan stok pupuk subsidi 2026 mencukupi, namun terhambatnya distribusi akibat cuaca ekstrem.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Dinas Pertanian Lombok Timur memastikan stok pupuk subsidi 2026 mencukupi, namun terhambatnya distribusi akibat cuaca ekstrem.
- Sebagai solusinya, Pupuk Indonesia mengirimkan stok darurat NPK guna memenuhi kebutuhan petani di tengah kendala logistik.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur mengakui adanya persoalan distribusi pupuk di tingkat petani pada awal musim tanam (MH1) tahun 2026.
Meski alokasi pupuk subsidi tahun ini dinilai mencukupi, faktor cuaca ekstrem menjadi penghambat utama kelancaran distribusi dari lini produksi ke gudang-gudang di daerah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lombok Timur, Darajata, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari kelompok tani terkait tingginya kebutuhan pupuk di lapangan saat ini.
"Stok secara alokasi sebenarnya masih banyak dan mencukupi. Namun, kami melihat ada kendala di lapangan, bukan pada kiosnya, melainkan distribusinya yang terhambat," ujar Darajata saat ditemui pada Kamis (29/1/2026).
Menurut Darajata, anomali cuaca yang terjadi belakangan ini, seperti angin kencang dan kondisi laut yang tidak menentu, berdampak langsung pada pengiriman pupuk dari pabrik (Lini I) ke tingkat kabupaten (Lini II). Hal ini menyebabkan stok di gudang distributor sempat menipis.
"Kondisi iklim dengan angin keras ini menghambat distribusi. Bahkan di pelabuhan bongkar muat pun prosesnya menjadi lebih lama karena antrean yang panjang. Ini yang menyebabkan stok di gudang agak berkurang di saat kebutuhan masyarakat sedang tinggi-tingginya," jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, pihak Pupuk Indonesia telah mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan stok darurat. Sebagai contoh, untuk pupuk jenis NPK, telah dilakukan penyaluran awal sebesar 20 ton per distributor guna mengantisipasi kekosongan di tingkat petani.
Detail Alokasi Pupuk Tahun 2026
Darajata merinci bahwa total kuota pupuk subsidi untuk Lombok Timur tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Adapun rincian alokasinya adalah sebagai berikut. Urea, 30.198 ton, NPK, 30.927 ton, Pupuk Organik, 7.370 ton
"Kuota ini ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan serapan kita di tahun-tahun sebelumnya. Insyaallah, dari sisi ketersediaan alokasi itu mencukupi, hanya tinggal kelancaran distribusinya saja yang perlu kita dorong kembali," tambahnya.
Baca juga: Kabar Baik bagi Petani! Harga Pupuk Urea di Lombok Timur Turun Jadi Rp1.800 Per Kilogram
Lebih lanjut, Darajata menjelaskan bahwa jumlah alokasi ini bersifat dinamis. Jika serapan pupuk di lapangan meningkat tajam, ada kemungkinan dilakukan penambahan kuota. Sebaliknya, jika serapan rendah, maka akan dilakukan realokasi seperti yang terjadi pada tahun lalu.
"Tahun kemarin kita sampai melakukan lima kali realokasi karena serapan di lapangan rendah. Untuk tahun ini, jika serapan tinggi, kita akan koordinasikan kembali untuk perubahan alokasi. Kami terus berkoordinasi intens dengan Pupuk Indonesia agar kebutuhan petani di seluruh wilayah Lombok Timur bisa segera terpenuhi dalam waktu dekat," tutupnya.
(*)
