Upaya Perbaikan Jalan, Pemkab Lombok Timur Maksimalkan UPT dan Laboratorium
Pemkab Lombok Timur memaksimalkan UPT Peralatan PUPR untuk memperbaiki kerusakan jalan ringan secara mandiri.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Pemkab Lombok Timur memaksimalkan UPT Peralatan PUPR untuk memperbaiki kerusakan jalan ringan secara mandiri.
- Bupati analisis teknis aset alat berat yang manngkrak serta penambahan armada baru guna mempercepat penanganan infrastruktur dan dampak bencana.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, berencana akan memaksimalkan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Laboratorium.
Hal itu untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur jalan yang mengalami rusak ringan dan memastikan pelayanan langsung dan cepat kepada masyarakat.
"Kita ada UPT di PUPR. UPT ini harus bisa bermanfaat bagi masyarakat dengan bergerak cepat," ungkap Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, jika ada jalan yang rusak hanya puluhan meter, UPT ini bisa bekerja cepat untuk memperbaiki, tanpa harus menunggu tahun anggaran.
"Kan hanya 50 meter, makanya UPT ini akan kita manfaatkan," terang Iron sapaan karib bupati.
Iron menekankan, Pemkab Lombok Timur akan memaksimalkan peran UPT peralatan dan Laboratorium PUPR untuk memperbaiki jalan yang rusak ringan. Dan Pemkab Lotim juga sudah menyiapkan anggaran untuk hal tersebut.
"UPT ini juga diakui sudah memiliki payung hukum untuk bisa melakukannya," jelasnya.
Ia juga menyinggung, banyaknya alat berat, seperti alat perbaikan jalan (stum) dan kendaraan operasional lainnya yang kondisinya rusak berat. Sehingga ia meminta PUPR untuk menganalisis teknis dan biaya perbaikan terhadap aset-aset tersebut.
"Saya minta dilakukan analisa mendalam. Mana alat yang masih bisa diperbaiki, berapa biayanya, segera usulkan. Jika biaya perbaikannya rasional, kita perbaiki segera. Namun, jika sudah rusak total dan tidak mungkin diperbaiki, saya minta dihapus," tegas Iron.
Baca juga: Alasan Kades Bonder Mandi Lumpur di Jalan Rusak: Saya Terlalu Capek
Ia mengungkapkan UPT tidak boleh dipenuhi oleh barang mangkrak yang tidak bermanfaat. Bahkan Pemkab Lombok Timur berencana untuk kembali melakukan penambahan armada baru untuk menutupi kekurangan alat, agar UPT tersebut dapat bergerak cepat melakukan pemeliharaan rutin.
"Target kita, jika ada kerusakan jalan skala kecil, misalnya 10 hingga 25 meter yang sangat mengganggu warga, tidak perlu menunggu proyek besar atau pihak ketiga. UPT harus bisa kerjakan sendiri karena alatnya tersedia," ujarnya.
Keberadaan UPT ini juga diharapkan dapat memperbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak akibat bencana. Sehingga akses masyarakat tidak terlalu lama rusak.
Kadis PUPR Lombok Timur Achmad Dewanto Hadi menyampaikan keberadaan UPT akan dimaksimalkan kembali. Terutama untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak ringan yang sifatnya pemeliharaan, dengan dikerjakan sendiri tanpa harus menunggu pihak ketiga.
"Kita sudah ada payung hukumnya. Dan selama ini UPT kita juga menyediakan alat untuk disewa. UPT peralatan dan Laboratorium ini sudah lama," jelasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PROTES-JALAN-RUSAK-321.jpg)