Angin Kencang Terjang Desa Belanting Lombok Timur, 15 Rumah Rusak
Angin kencang merusak 15 rumah di Desa Belanting, Lombok Timur, empat di antaranya rusak parah, serta menumbangkan puluhan pohon.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Angin kencang merusak 15 rumah di Desa Belanting, Lombok Timur, empat di antaranya rusak parah, serta menumbangkan puluhan pohon.
- Hujan lebat juga memicu longsor di Jalan Pusuk Sembalun, akses jalan sempat terganggu dan kini dibuka satu lajur sambil menunggu alat berat.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Belasan rumah rusak di Desa Belanting, Lombok Timur akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang, pada Sabtu (24/1/2026).
"Empat unit rumah yang rusak parah dan total yang terdampak 15 unit rumah," kata Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Belanting Jaya Ikhlas, Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan pendataan di lapangan, dampak kerusakan paling signifikan terlihat di Dusun Pekendangan dan Dusun Tampiasih.
Dua rumah yang mengalami kerusakan paling fatal, yakni rumah milik Bapak Sabirin di RT 03 Dusun Pekendangan dan Bapak Andrasih di Dusun Tampiasih.
Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mengingat bangunan rumah tersebut kini hancur dan tidak bisa ditempati.
"Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Total ada 15 unit rumah yang terdampak oleh terjangan angin ini. Empat di antaranya dalam kondisi rusak parah. Warga saat ini sangat membutuhkan perhatian karena rumah mereka sudah tidak aman lagi untuk ditempati," ujar Jaya.
Selain merusak pemukiman, angin kencang juga menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai titik strategis.
Hal ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas di wilayah tersebut. Titik-titik pohon tumbang dilaporkan tersebar di beberapa dusun, antara lain, Dusun Pekendangan, 6 pohon, Dusun Pedamekan 5 pohon, Dusun Otorita 3 pohon dan Dusun Kokoknangka 2 pohon.
"Kami langsung bergerak cepat melakukan evakuasi dan pembersihan material kayu yang melintang di jalan raya agar akses logistik dan mobilitas warga tidak terputus total," pungkasnya.
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Desa Menceh Lombok Timur, 40 KK Terdampak
Tidak hanya angin kencang yang merobohkan rumah warga, tanah longsor juga terjadi di Jalan Raya Pusuk Sembalun, Lombok Timur, pada Sabtu (24/1/2026) pagi.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan sempat menutupi sebagian bahu jalan, mengganggu arus lalu lintas di kawasan wisata itu.
"Kami langsung membersihkan material longsoran menggunakan alat seadanya seperti sekop dan cangkul agar jalan bisa segera dilalui," kata Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Subadri saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).
Longsor ini diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ANGIN-KENCANG-DI-DESA-BELANTING-2026.jpg)