Rabu, 6 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Demo Ricuh di Kantor Bupati Lombok Timur, Dua Orang Terluka

Bentrokan antara pendemo Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur dan polisi di Kantor Bupati menyebabkan dua orang luka dan dirawat di RS Selong.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/ROZI ANWAR
DEMONSTRASI - Seorang pendemo terlihat luka berdarah di wajah setelah saling dorong saat demonstrasi di Depan Kantor Bupati Lombok Timur pada Kamis (22/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bentrokan antara pendemo Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur dan polisi di Kantor Bupati menyebabkan dua orang luka dan dirawat di RS Selong.

  • Aksi menuntut pencopotan Kadis Pariwisata dan Stafsus memanas setelah massa gagal bertemu langsung dengan Bupati Lombok Timur.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dua orang pendemo di Kantor Bupati Lombok Timur terluka berdarah hingga harus dibawa ke rumah sakit, Kamis (22/1/2026).

Demonstrasi ini merupakan aksi lanjutan  mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Parawisata Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dari pantauan Tribun Lombok, massa mencoba untuk meransek masuk ke gedung Bupati Lombok Timur.

Saat berhasil masuk ke halaman kantor bupati, massa meminta bertemu dengan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin.

Niat untuk bertemu bupati tidak bisa dipenuhi dan hanya ditemui oleh kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur dan Asisten II.

Karena tidak ditemui bupati, kericuhan tidak bisa terhindarkan, sehingga mengakibatkan benturan dengan pihak kepolisian. Dua orang terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Selong untuk mendapatkan perawatan.

Kordinator Umum (Kordum) Abdul Qadir Jailani menyayangkan pihak kepolisian yang diduga melakukan kekerasan terhadap massa aksi yang tengah menyampaikan pendapat.

"Tadi ada dua korban, sangat kita sayangkan dari pihak kepolisian padahal sebelum kami ke kantor bupati kami sudah masukkan surat kepada kepolisian untuk menjaga massa aksi," tuturnya saat ditemui pada Kamis (22/1/2026).

Jaelani kesal dengan tindakan pihak kepolisian karena tidak benar-benar melakukan tugasnya yang menjaga massa aksi malah melakukan kekerasan terhadap massa aksi.

"Malah seperti ini yang dilakukan oleh teman Kepolisian itu sangat kami sayangkan dan kami akan lanjutkan proses ini ke proses hukum," terangnya.

Baca juga: Demo Tuntut Kadis Pariwisata Lombok Timur dan Stafsus Dicopot, Massa Singgung Soal Minimnya Inovasi

 Dalam aksinya, massa menuntut pemberhentian Kepala Dinas Parawisata (Kadis) Lombok Timur dan Stafsus bidang Parawisata dari posisinya.

Massa menilai, parawisata Lombok Timur tidak terkelola dengan baik. Sperti dugaan pungli di Wisata Sembalun, Bale Mangrove di Jerowaru yang sebelumnya di kelola oleh pemuda, namun setelah maju pemda melalui dinas pariwisata mengambilnya.

Bukan hanya itu Wisata bahari Sunrise Land di Labuhan Haji yang dikelola oleh pemuda setempat diambil alih oleh Pemda.

Sedangkan sejumlah wisata yang dikelola oleh Pemda tidak ada kemajuan, seperti wisata Lemor di Kecamatan Suela.

Meski pun hujan deras mengguyur massa aksi dan anggota keamanan, orasi tetap berjalan hingga ke ruangan Bupati.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved