Mengapa Hijir Ismail Begitu Istimewa bagi Jamaah Haji dan Umrah?
Secara historis, area setengah lingkaran ini adalah bagian asli dari bangunan Ka'bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS.
Ringkasan Berita:
- Secara historis, area setengah lingkaran ini adalah bagian asli dari bangunan Ka'bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS, namun berada di luar struktur utama akibat renovasi kaum Quraisy.
- Shalat di Hijir Ismail memiliki nilai yang sama dengan shalat di dalam Ka'bah, menjadikannya lokasi yang sangat mulia dan mustajab (makbul) untuk memanjatkan doa.
TRIBUNLOMBOK.COM - Hijir Ismail merupakan area berbentuk setengah lingkaran yang berada di samping Ka’bah dan dibatasi tembok rendah.
Tempat ini memiliki keistimewaan tersendiri karena termasuk bagian dari Ka’bah yang dahulu berada dalam bangunan asli yang dibangun Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS.
Karena itu, banyak jamaah memanfaatkan Hijir Ismail sebagai tempat untuk memperbanyak ibadah, terutama shalat dan doa.
Keutamaan Hijir Ismail juga disebutkan dalam hadis riwayat Aisyah RA.
Ketika Aisyah ingin melaksanakan shalat di dalam Ka’bah, Rasulullah SAW bersabda: “Shalatlah di Hijir, karena sesungguhnya Hijir itu termasuk bagian dari Ka’bah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Hijir Ismail memiliki kemuliaan yang sangat besar.
Tak heran jika tempat ini sering dipenuhi jamaah yang memanjatkan doa dengan penuh harap dan kekhusyukan kepada Allah SWT.
Meski tidak ada doa khusus yang diwajibkan, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa terbaik di tempat mulia tersebut karena termasuk lokasi yang mustajab untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Mengutip Al-Adzkar An-Nawawiyah oleh Imam Nawawi, berikut doa yang bisa dibaca saat berada di Hijir Ismail.
Doa di Hijir Ismail
اللَّهُمَّ يَا رَبِّ أَتَيْتُكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ مُؤَمِّلًا مَعْرُوفَكَ، فَأَوْلِنِي مَعْرُوفًا مِنْ مَعْرُوفِكَ تُغْنِينِي بِهِ عَنْ مَعْرُوفِ مَنْ سِوَاكَ يَا مَعْرُوفًا بِالْمَعْرُوفِ
Yaa rabbi ataituka min syuqqatim ba’iidatim muammilan ma’rufaka fa anil nii ma’ruufam min ma’rufika tughniinii bi hii ‘an ma’’ruufi man siwaaka yaa ma’ruufan bil ma’ruuf.
Artinya: “Ya Allah, Aku mendatangi-Mu dari negeri yang jauh mengharapakn kebaikan-Mu, maka berikanlah kepadaku kebaikan dari kebaikan-Mu yang mencukupi aku dari kebaikan selain-Mu wahai Zat pemberi kebaikan.”
Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah yang dibatasi tembok rendah setinggi dada orang dewasa. Kata “hijir” berarti tempat yang dibatasi atau diberi pelindung.
Dalam sejarahnya, Hijir Ismail diyakini merupakan bagian dari bangunan asli Ka’bah pada masa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Namun ketika Ka’bah direnovasi oleh kaum Quraisy sekitar tahun 606 M, bangunannya diperkecil karena keterbatasan biaya sehingga area Hijir Ismail berada di luar bangunan Ka’bah seperti sekarang.
Karena termasuk bagian dari Ka’bah, shalat di Hijir Ismail memiliki keutamaan seperti shalat di dalam Ka’bah.
Rasulullah SAW bahkan menganjurkan Sayyidah Aisyah RA untuk shalat di tempat tersebut jika ingin merasakan shalat di dalam Ka’bah.
Dalam beberapa riwayat juga disebutkan bahwa Hijir Ismail menjadi tempat mustajab untuk berdoa dan penuh rahmat Allah SWT.
Tempat ini juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat mendalam.
Banyak ulama dan riwayat menyebut bahwa di area tersebut dimakamkan Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail AS, bahkan sebagian riwayat juga mengaitkannya dengan makam Nabi Ismail AS.
Karena itu, Hijir Ismail bukan sekadar bagian bangunan di sekitar Ka’bah, tetapi menjadi simbol perjuangan, kesabaran, dan kemuliaan keluarga Nabi Ibrahim AS.
Makna simbolik Hijir Ismail juga mengingatkan umat Islam pada sosok Siti Hajar, seorang perempuan yang penuh keteguhan iman dan pengorbanan.
Dari rahimnya lahir Nabi Ismail AS yang kemudian menjadi leluhur Nabi Muhammad SAW.
Hingga kini, jutaan jamaah dari seluruh dunia datang untuk shalat dan berdoa di tempat tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT, seperti dijelaskan Prof. DR. KH Nasaruddin Umar, Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta dalam laman UIN Jakarta.
| Kemenhaj Larang Jemaah Ziarah atau Keliling Kota Sebelum Puncak Ibadah Haji |
|
|---|
| Jemaah Haji Gelombang Kedua Wajib Pakai Ihram Sejak dari Embarkasi |
|
|---|
| Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Tiba di Makkah |
|
|---|
| Dua JCH Asal Lombok Tengah Masih Menunggu Pemberangkatan, Awalnya Gagal Terbang karena Sakit |
|
|---|
| 97.139 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/tawaf_jemaah_haji_masjidil_haram_202028.jpg)