Senin, 8 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Ramadan 2026

Bukan Menu Buka Biasa, Intip Resep Sate Bantingan Khas Terara yang Bumbunya Meresap Sempurna

Sate Bantingan dari Terara, Pulau Lombok sudah melegenda sejak 90-an, terkenal dengan teknik bakar “dibanting” yang bikin bumbu meresap.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
TribunLombok.com/Ahmad Wawan Sugandika
MENU BUKA PUASA - Sate Bantingan khas masyarakat Terara. Sate Bantingan dari Terara, Pulau Lombok sudah melegenda sejak 90-an, terkenal dengan teknik bakar “dibanting” yang bikin bumbu meresap maksimal dan daging tetap juicy. 
Ringkasan Berita:
  • Sate Bantingan dari Terara, Pulau Lombok sudah melegenda sejak 90-an, terkenal dengan teknik bakar “dibanting” yang bikin bumbu meresap maksimal dan daging tetap juicy.
  • Proses double seasoning (marinasi mendalam + olesan berlapis saat dibakar) menghasilkan sate beraroma asap harum, legit, pedas, dan pas jadi menu “balas dendam” di hari kedua Ramadan.

TRIBUNLOMBOK.COM - Awal Ramadan 2026, suasana berburu takjil dan menu berbuka pasti sedang hangat-hangatnya.

Jika Anda mulai bosan dengan menu pembuka yang itu-itu saja, mari melirik ke arah Timur Pulau Lombok, tepatnya di Terara, Lombok Timur. Di sana, ada sebuah primadona kuliner yang namanya sudah melegenda sejak era 90-an: Sate Bantingan.

Setelah seharian menahan lapar, lidah biasanya merindukan sensasi rasa yang kuat (bold) dan tekstur daging yang juicy. Sate Bantingan adalah jawaban yang tepat. Nama "Bantingan" sendiri bukan berarti dagingnya dibanting ke tanah, melainkan sebuah metafora dari kegigihan sang penjual saat membakar.

Berbeda dengan sate biasa yang dipanggang dengan tenang, sate ini "dihajar" dengan gerakan tangan yang cepat dan intens, dibolak-balik seolah sedang dibanting di atas bara api. Teknik ini krusial agar bumbu rahasia meresap hingga ke serat terdalam, menghasilkan kematangan sempurna tanpa hangus yang berlebihan.

Keistimewaan yang membuat warga rela antre panjang di Sentra Kuliner Terara (SKT) adalah proses double seasoningnya.

Daging (sapi, ayam, atau usus) direndam bumbu halus selama berjam-jam hingga bumbunya "mengunci" di dalam daging.

Saat dibakar, daging kembali dimandikan dengan bumbu lapisan kedua secara berulang-ulang, menciptakan tampilan yang mengkilap dan aroma yang menggoda selera saat waktu Maghrib tiba.

Bagi Anda yang ingin menghadirkan kemeriahan rasa Terara di meja makan rumah sore ini, berikut panduan praktis berdasarkan resep autentik dari Ibu Hasanah, salah satu maestro sate di Terara.

Bahan Utama

  1. 500 g daging sapi atau ayam (potong ukuran 1x2 cm).
  2. Jika menggunakan usus, rebus dulu selama 30 menit hingga empuk sebelum diproses.

Bumbu Halus

  1. 7 butir bawang merah & 5 siung bawang putih.
  2. 2 cabai merah besar, 5 cabai keriting, dan 5 cabai rawit (sesuaikan level pedas Anda).
  3. ½ sdt merica butiran & 1 potong kecil terasi Lombok.
  4. 10 g gula merah & 2 sdt garam.

Langkah Memasak

  1. Haluskan semua bumbu di atas. Lumuri potongan daging dengan bumbu halus dan tambahkan sedikit kecap manis.
  2. Remas-remas agar bumbu meresap sempurna.
  3. Susun 3-4 potong daging pada tiap tusukan sate.
  4. Panggang di atas bara api. Ingat, bolak-balik dengan cepat dan intens agar bumbu terkaramelisasi dengan baik namun daging tetap lembut.
  5. Sajikan dengan pilihan saus kacang yang gurih, saus kecap pedas, atau bumbu merah yang menantang.
     
    Sajikan Sate Bantingan ini hangat-hangat dengan nasi putih atau lontong, serta lalapan segar seperti irisan timun dan kemangi untuk menyeimbangkan rasa rempahnya yang kuat.
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved