Minggu, 7 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Bacaan Doa

Keutamaan Luar Biasa Membaca Surat Al Kahfi 1-10 di Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari istimewa dalam Islam, dan membaca/menghafal 10 ayat pertama Surat Al-Kahfi sangat dianjurkan sebagai amalan utama.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
Dok.Pinterest
BACAAN DOA - Ilustrasi berdoa. Hari Jumat adalah hari istimewa dalam Islam, dan membaca/menghafal 10 ayat pertama Surat Al-Kahfi sangat dianjurkan sebagai amalan utama. 

Ringkasan Berita:
  • Hari Jumat adalah hari istimewa dalam Islam, dan membaca/menghafal 10 ayat pertama Surat Al-Kahfi sangat dianjurkan sebagai amalan utama.
  • Berdasarkan hadis sahih, menghafal dan merenungi ayat 1–10 Al-Kahfi menjadi benteng dari fitnah Dajjal, yang hakikatnya adalah ajakan menyimpang dari ketaatan kepada Allah.

TRIBUNLOMBOK.COM - Membaca sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim setiap hari Jumat.

Menurut penjelasan dari Kementerian Agama, posisi hari Jumat dalam Islam sangatlah istimewa dan penuh kemuliaan.

Dalam hadis dijelaskan, hari Jumat adalah hari yang dipilih untuk umat Islam.

Rasulullah Saw bersabda: “Kita adalah umat yang terakhir (di dunia), tetapi yang pertama (dihisab) pada hari Kiamat. Hanya saja mereka (Yahudi dan Nasrani) telah diberi kitab sebelum kita. Kemudian inilah hari (Jumat) yang diwajibkan kepada mereka, tetapi mereka berselisih tentangnya. Maka Allah memberi petunjuk kepada kita tentang hari itu. Karena itu manusia mengikuti kita dalam hal ini: orang Yahudi (beribadah) besok (Sabtu), dan orang Nasrani lusa (Ahad).” (HR. Muslim No. 856)

“Sebaik-baik hari manakala matahari terbit adalah hari Jum’at, pada hari itu Nabi Adam as. diciptakan, hari itu pula dimasukan kedalam surga dan kemudian dikeluarkan daripadanya, dan kiamatpun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim)

Dikutip dari website Quran yang disusun oleh Kementerian Agama, berikut ini bacaan Surat Al-Kahfi ayat 1-10.

Al-Kahfi Ayat 1-10
Ayat 1
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Alḥamdulillāhil-lażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj‘al lahū ‘iwajā.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok,

Baca juga: Doa Hari Jumat, Waktu Paling Mustajab untuk Memohon Ampunan Allah

Ayat 2
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًا ۙ
Qayyimal liyunżira ba’san syadīdan mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu’minīnal-lażīna ya‘malūnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā.

Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat pahala yang baik,

Ayat 3
مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًا ۙ
Mākitsīna fīhi abadā.

Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

Ayat 4
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا ۙ
Wa yunżiral-lażīna qāluttakhażallāhu waladā.

Artinya: Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved