Selasa, 9 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Bacaan Doa

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan: Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya

Puasa pengganti (qadha) wajib diniatkan sejak malam hari sebelum fajar, baik diucapkan maupun dalam hati, agar sah menurut syariat.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
Freepik.com/author/pvproductions
NIAT PUASA QADHA - Ilustrasi puasa. Puasa pengganti (qadha) wajib diniatkan sejak malam hari sebelum fajar, baik diucapkan maupun dalam hati, agar sah menurut syariat. Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan harus segera menggantinya sebelum Ramadhan berikutnya; menunda tanpa uzur bisa berdosa. 

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menjadi dalil utama kewajiban qadha puasa Ramadhan bagi orang yang memiliki uzur syar‘i. 

Para ulama menegaskan bahwa frasa “pada hari-hari yang lain” menunjukkan kewajiban mengganti puasa tanpa menunda hingga melampaui Ramadhan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan.

2. Surah Al-Baqarah ayat 148

“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Surah Al-Baqarah ayat 148 menjadi dasar anjuran menyegerakan amal kebaikan, termasuk dalam menunaikan kewajiban ibadah seperti qadha puasa. 

Menunda tanpa uzur berarti melewatkan kesempatan untuk segera melaksanakan perintah Allah SWT.

3. Hadis dari Aisyah r.a.

Dari Aisyah r.a. berkata: “Aku memiliki utang puasa Ramadhan, dan aku tidak mampu menggantinya kecuali di bulan Sya‘ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan kewajiban qadha puasa. 

Istri Rasulullah Saw, Aisyah r.a. tidak menunda hingga Ramadhan berikutnya, tetapi berusaha melunasinya sebelum datang Ramadhan selanjutnya, meskipun dengan waktu yang terbatas.

4. Hadis dari Hafshah r.a. 
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Hadis ini menjadi dalil bahwa puasa wajib, termasuk qadha, harus disiapkan dengan niat yang sungguh-sungguh sejak malam hari. 

Hal ini menegaskan pentingnya keseriusan dan kesiapan dalam menunaikan qadha puasa, bukan menundanya dengan sikap meremehkan.

5. Hadis tentang menyempurnakan ibadah

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved