NTB
Pasca Pemilu, Bawaslu Kota Mataram Gelar Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram melaksanakan kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan pada Kamis hingga Sabtu, 21 – 23 Agustus 2025, bertempat di Hotel Lombok Astoria.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari alumni pengawas adhoc, kader pengawas partisipatif, organisasi penyandang disabilitas, hingga perwakilan tokoh masyarakat.
Ketua Bawaslu Kota Mataram, Muhammad Yusril dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kelembagaan pengawasan pemilu pasca penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024.
“Kami membahas pendalaman terhadap beberapa keputusan pengambil kebijakan, baik dari DPR maupun Mahkamah Konstitusi, khususnya mengenai pemisahan Pemilu nasional dan Pemilu lokal, serta bagaimana efektivitas pelaksanaannya ke depan,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang kepemiluan dan demokrasi, di antaranya:
Nujum, Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi II H. Fauzan Khalid, S.Ag., M.Si, yang membahas Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan serta Proyeksi Kebijakan Penguatan Demokrasi dan Penyelenggaraan Pemilu 2029.
Dr. Syafril, S.Pd., M.Pd., Tim Pemeriksa Daerah DKPP Perwakilan NTB, menyampaikan materi tentang Evaluasi Tata Kelola Pengawasan Pemilu dan Pemilihan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai Pemisahan Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
Dr. Muhammad Ahyar, M.Si., Akademisi UNIQBA, menguraikan Strategi Bawaslu dalam Memperkuat Eksistensi Kelembagaan Pasca Tahapan Pemilu dan Pemilihan.
Baca juga: Evaluasi Pilkada 2024, Bawaslu Kota Mataram Soroti Partisipasi Pemilih Turun hingga DPT Bermasalah
Abdullah Dahlan, S.TP., Ketua Bawaslu Jawa Barat periode 2017–2022, memberikan perspektif tentang Evaluasi Pengawasan Pemilu dan Pemilihan serta Proyeksi Langkah-Langkah Strategis Penguatan Kelembagaan Pengawasan Pemilu dan Pengawasan Partisipatif.
Dr. Khairi Juanda, M.Si., Akademisi UIN Mataram, menekankan pentingnya Penguatan Semangat Pengawasan Partisipatif dalam Rangka Menghadapi Pemilu 2029.
Beragam perspektif dari para narasumber, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga menyusun proyeksi langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengawasan demokrasi di masa depan.
“Penguatan kelembagaan pengawasan menjadi kunci untuk memastikan bahwa Pemilu dan Pemilihan 2029 dapat terlaksana lebih berkualitas, transparan, dan partisipatif,” tambah Yusril.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PASCA-PEMILU-BAWASLU-KOTA.jpg)