Senin, 4 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pullman Lombok Mandalika

Sambut Tahun 2026, Pullman Mandalika Perkuat Brand Awareness di Pasar Premium

Pullman Mandalika memperkuat posisi sebagai hotel bintang lima dengan tetap menyasar pasar premium di KEK Mandalika.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
TARGET HOTEL - Hotel Manager Pullman Mandalika, Muhammad Muchlis saat ditemui beberapa waktu lalu. Pullman Mandalika memperkuat posisi sebagai hotel bintang lima dengan tetap menyasar pasar premium di KEK Mandalika. 
Ringkasan Berita:
  • Pullman Mandalika memperkuat posisi sebagai hotel bintang lima dengan tetap menyasar pasar premium di KEK Mandalika.
  • Wisatawan didominasi pasar domestik, disusul Australia, Eropa, dan Timur Tengah, dengan target hunian 50–60 persen pada 2026.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Pullman Mandalika Beach Resort, yang merupakan salah satu hotel bintang lima di kawasan tersebut, terus memperkuat posisinya sebagai akomodasi premium utama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Meski persaingan harga di kawasan tersebut cukup kompetitif, hotel ini tetap memfokuskan sasarannya pada segmen pasar kelas atas, dan menargetkan tingkat hunian yang realistis untuk tahun 2026.

Berdasarkan data yang diterima TribunLombok.com, sejauh ini profil wisatawan yang menginap di Pullman Mandalika masih didominasi oleh pasar domestik, disusul oleh sejumlah negara mancanegara.

“Dominasi oleh wisatawan Nusantara, nomor dua dari Australia, kemudian berikutnya dari Eropa, selebihnya Timur Tengah,” ucap Hotel Manager Pullman Mandalika, Muhammad Muchlis, Kamis (8/1/2026).

Sebagian besar tamu tersebut masuk dalam kategori Frequent Individual Travel (FIT), sementara untuk segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), relasi yang terbangun lebih banyak berfokus pada kegiatan pertemuan.

Menghadapi tahun 2026, Pullman Mandalika memproyeksikan kenaikan jumlah wisatawan yang tidak terlalu drastis, namun tetap stabil. Kenaikan diperkirakan berada di angka moderat.

“Kenaikannya mungkin tidak lebih dari 10 persen ya,” jelas Muchlis.

“Target yang paling masuk akal (make sense) saat ini, kita ada di angka tidak lebih dari 50 sampai 60 persen,” tambahnya.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah kecenderungan wisatawan di Mandalika yang mencari akomodasi dengan harga di bawah standar hotel bintang lima.

Namun, Pullman Mandalika menegaskan komitmennya untuk tetap berada di jalur premium tanpa merusak harga pasar.

“Kami pegang teguh bahwa kami tidak akan mengarahkan pasar ke bawah (mengkanibal). Oleh karena itu, pasar yang saat ini bisa kita ambil adalah yang benar-benar premium di kelasnya,” tegasnya.

Selain strategi harga, fokus utama manajemen ke depan adalah meningkatkan kesadaran merek (brand awareness).

Dijelaskannya, berdasarkan temuan tim pemasaran di lapangan, masih banyak calon wisatawan yang belum mengetahui keberadaan hotel Pullman di kawasan Mandalika.

“Kami perlu brand awareness lebih kencang lagi di area pemasaran. PR (pekerjaan rumah) kami saat ini adalah menjaring (bidding) lebih banyak lagi pasar, kemudian mempertahankan pasar yang sudah terbentuk saat ini,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved