Jumat, 17 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kanwil Ditjenpas NTB

Revolusi Pembinaan, Kanwil Ditjenpas NTB Luncurkan WARNAPAS Academy Berbasis LMS

Kanwil Ditjenpas NTB meluncurkan WARNAPAS Academy, program berbasis LMS yang memberi warga binaan pelatihan kompetensi sesuai SKKNI.

Editor: Idham Khalid
Istimewa
PENDIDIKAN - Sejumlah warga binaan saat mengikuti program revolusioner WARNAPAS Academy (Warga Binaan Pemasyarakatan Academy). 
Ringkasan Berita:
  •  Inisiatif ini ditargetkan menjadi model nasional modernisasi pemasyarakatan dan menekan angka residivisme melalui kemitraan dengan kampus dan industri.

TRRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTB meluncurkan program revolusioner WARNAPAS Academy (Warga Binaan Pemasyarakatan Academy), sebuah inisiatif yang mengubah fungsi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dari sekadar pengawasan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan kompetensi berbasis teknologi digital. Program ini digadang menjadi model nasional dalam modernisasi sistem pemasyarakatan.

Kepala Kanwil Ditjenpas NTB, Agung Krisna, menjelaskan bahwa WARNAPAS Academy sepenuhnya mengadopsi sistem Learning Management System (LMS). Sistem e-learning ini memungkinkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengakses kurikulum pendidikan karakter dan pelatihan keahlian secara terstruktur, adil, dan transparan.

"Ini adalah upaya kita menanggapi tuntutan zaman. Pembinaan kini tidak lagi manual, tetapi berbasis data dan digital, memastikan setiap WBP di seluruh UPT Pemasyarakatan NTB memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dirinya," ujar Agung Krisna saat ditemui di Kantornya, Kamis (4/12/2025).

Fokus utama WARNAPAS Academy adalah memastikan relevansi keahlian WBP dengan kebutuhan pasar kerja. Seluruh modul pelatihan disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Baca juga: Refleksi Setahun Kementrian Pemasyarakatan, Ditjenpas NTB Ajak Masyarakat Tour The Prison’

Dengan demikian, WBP yang telah menyelesaikan program tidak hanya mengantongi surat keterangan, tetapi Sertifikat Kompetensi Resmi yang diakui oleh dunia industri. Diharapkan sertifikasi ini menjadi 'paspor' bagi WBP untuk mendapatkan pekerjaan layak atau memulai usaha mandiri setelah mereka bebas. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka residivisme (pengulangan tindak pidana).

Program ini dibangun di atas ekosistem kemitraan strategis. Kanwil Ditjenpas NTB menggandeng berbagai perguruan tinggi yang berada di NTB untuk menjamin mutu kurikulum dan validitas akademis, kolaborasi dengan stakeholder lembaga pelatihan, serta kolaborasi dengan sektor industri memastikan pelatihan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan permintaan pasar.

WARNAPAS Academy ditargetkan menjadi pilot project dan benchmarking bagi Kanwil Ditjenpas lain di Indonesia. Keberhasilan program ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat, melihat Lapas bukan hanya sebagai tempat hukuman, tetapi sebagai institusi rehabilitasi dan pemberdayaan yang efektif dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi pada pembangunan bangsa.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved