Ditjenpas NTB
MoU Imigrasi Mataram dan Lapas: Buka Ruang Pemasaran Strategis bagi Karya Warga Binaan
Kolaborasi melalui MoU dengan Lapas Lombok Barat dan Lapas Perempuan Mataram menghadirkan ruang pemasaran strategis bagi karya warga binaan.
Ringkasan Berita:
- Gerai Karya Warga Binaan resmi diluncurkan di Kantor Imigrasi Mataram sebagai etalase produk kreatif warga binaan, atas instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.
- Kolaborasi melalui MoU dengan Lapas Lombok Barat dan Lapas Perempuan Mataram menghadirkan ruang pemasaran strategis bagi karya warga binaan, sekaligus mendukung program pembinaan kemandirian.
TRIBUNLOMBOK.COM - Imigrasi dan Pemasyarakatan wilayah NTB resmi meluncurkan Gerai Karya Warga Binaan pada Kamis (26/2/2026).
Gerai ini menjadi etalase estetik bagi produk kreatif dari balik jeruji besi.
Langkah ini merupakan instruksi langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, untuk menyulap kantor imigrasi dan immigration lounge menjadi ruang pameran produk lokal berkualitas.
Melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Lapas Lombok Barat dan Lapas Perempuan Mataram, kolaborasi ini memastikan karya tangan warga binaan memiliki panggung strategis bagi masyarakat luas maupun pemohon paspor.
Dukungan penuh datang dari Kakanwil Kemenimipas NTB, Agung Krisna. Dalam kesempatan terpisah, ia mengapresiasi transformasi modern ini dan menegaskan bahwa gerai tersebut adalah bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang kini naik kelas ke pasar komersial.
"Kami ingin menghapus sekat antara warga binaan dengan dunia luar melalui karya nyata yang profesional dan siap bersaing," ungkap Agung Krisna optimis.
Kehadiran gerai ini langsung mencuri perhatian, termasuk bagi warga negara asing (WNA) yang sedang mengurus dokumen keimigrasian. Salah seorang WNA mengaku kagum dengan kualitas produk yang dipajang.
"Sangat mengejutkan melihat produk seindah ini dibuat oleh warga binaan. Detailnya luar biasa dan memiliki nilai seni tinggi. Ini cara yang sangat humanis untuk memberi mereka kesempatan kedua," ujarnya saat membeli kerajinan tangan hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Mataram.
Sinergi di bawah payung Kemenimipas ini dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan. Kantor Imigrasi berperan sebagai "jembatan" pemasaran strategis, sementara Lapas menjadi pusat inovasi dan produksi kreatif.
Kerja sama ini bukan sekadar soal transaksi jual beli, melainkan tentang membangun kebanggaan bahwa sistem pemasyarakatan mampu mencetak kemandirian nyata.
Dengan vibes modern dan layanan inklusif, Imigrasi dan Pemasyarakatan sukses memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
Sambil menunggu urusan administrasi, pengunjung kini bisa melakukan window shopping produk unik yang memiliki narasi perjuangan di baliknya.
Inisiatif ini membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik bisa berjalan beriringan dengan misi sosial untuk memanusiakan manusia melalui karya nyata yang membanggakan
Ditjenpas NTB
Kakanwil Ditjenpas NTB
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)
Lapas Lombok Barat
Lapas Perempuan Mataram
| Ramadan di Lapas: Fasilitas Video Call Wartelsuspas Jadi Jembatan Rindu Warga Binaan |
|
|---|
| Implementasi KUHP Baru, Kemenimipas Siapkan 968 Tempat Kerja Sosial |
|
|---|
| Imigrasi NTB Paparkan Capaian Kinerja 2025, Perluas Layanan dan Perkuat Pengawasan |
|
|---|
| 25 Warga Binaan di NTB Mendapat Remisi Khusus Natal 2025 |
|
|---|
| Pengalihan Rampung, Sinergi Menguat: Babak Baru Pengelolaan Benda Sitaan di Sumbawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kolaborasi-melalui-MoU-dengan-Lapas-Lombok-Barat-dan-Lapas-Perempuan-Mataram.jpg)