Nutsafir Cookies, UMKM NTB yang Sukses Ekspansi ke Malaysia Lewat Program Ekspor Shopee
Nutsafir Cookies asal Mataram sukses menembus pasar Malaysia lewat fitur ekspor Shopee.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Nutsafir Cookies asal Mataram sukses menembus pasar Malaysia lewat fitur ekspor Shopee.
- Dengan omzet mencapai Rp200 juta per bulan, UMKM ini membuktikan efektivitas platform digital dalam memperluas jangkauan pasar global.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Kehadiran platform digital semakin membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk merambah pasar internasional.
Salah satunya adalah Nutsafir Cookies yang merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini mulai memperluas jangkauan pasarnya hingga ke Malaysia melalui fitur ekspor yang disediakan oleh platform marketplace Shopee.
Owner Nutsafir Cookies, Sayuk Wibawati mengatakan, kerjasama dengan Shopee memberikan kemudahan signifikan bagi usahanya dalam hal logistik.
Menurut Sayuk, sistem yang disediakan platform ini sangat membantu karena UMKM tidak perlu lagi dipusingkan dengan urusan birokrasi pengiriman internasional yang rumit.
“Melalui Shopee itu kita lebih fleksibel ya. Untuk pengirimannya juga sudah Shopee yang urus gitu. Jadi kita tinggal packing aja, sudah enggak perlu repot. Sesuai pesanan gitu, enggak perlu urus surat-surat dan lain-lain," ucap Sayuk saat ditemui, Jumat (23/1/2026).
Meski baru bergabung dengan fitur ekspor Shopee selama sekitar tiga bulan di awal tahun 2025, Sayuk telah merasakan dampak positif.
Selain memanfaatkan fitur ekspor, pihaknya juga aktif mengikuti berbagai promosi di platform, seperti kampanye tanggal kembar dan fitur live shopping untuk menarik minat pelanggan.
Hingga saat ini, pasar Malaysia menjadi tujuan utama untuk pesanan melalui Shopee.
Respon dari pembeli mancanegara pun tergolong positif, terutama terkait keamanan pengiriman.
“Kalau dari Malaysia sih. di chat-nya saja bilang terima kasih gitu. Kemasannya juga aman. Itu yang paling penting, packaging-nya aman, enggak pesok-pesok," tambahnya.
Baca juga: Pelaku UMKM di Lombok Timur Bersiap Jadi Penyuplai Program MBG
Keberhasilan menembus pasar Malaysia ini semakin memperkuat portofolio ekspor Nutsafir Cookies, yang sebelumnya juga telah menjangkau pasar Australia.
Secara finansial, usaha kue kering yang dijalankan Sayuk ini menunjukkan performa yang stabil dengan rata-rata omzet mencapai hampir Rp200 juta per bulan sejak tahun 2023, dengan margin keuntungan sekitar 20 persen.
Dengan kemudahan teknologi, Sayuk membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global tanpa harus terbebani oleh rumitnya proses administrasi ekspor secara mandiri.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/NUTSAFIR-NTB-2026.jpg)