Berita Lombok Timur
Pelaku UMKM di Lombok Timur Bersiap Jadi Penyuplai Program MBG
Pelaku UMKM di Lombok Timur mengaku siap untuk diberdayakan secara maksimal untuk program MBG.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Pelaku UMKM di Lombok Timur mengaku siap untuk diberdayakan secara maksimal untuk program MBG.
- Selama ini hanya beberapa dapur MBG yang mencari produk UMKM.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lombok Timur mengeluhkan kesulitan akses ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini dinilai menghambat potensi UMKM lokal untuk berkembang dan berkontribusi pada program prioritas Presiden Prabowo tersebut.
Pemilik usaha roti Kiara Donat Suhamdi mengaku produk usahanya, seperti, roti tawar, dan brownies, sulit menembus MBG meski dirinya siap memenuhi standar kualitas.
"Tiap hari kami produksi dua kuintal, tapi untuk masuk ke MBG kesulitan, meski telah menawarkan, tetapi kita disuruh ke orang dapur," keluhnya pada Rabu (21/1/2026).
Baca juga: MBG Jadi Fondasi Ketahanan Pangan Nasional
Upaya Menjadi Penyuplai
Warga Bilesundung Desa Masbagik Lombok Timur ini mengaku, usahanya siap untuk diberdayakan secara maksimal untuk program MBG.
Harga produk pun cukup relatif terjangkau sesuai anggaran MBG.
"kami siap penuhi standar kualitas MBG, tentu dengan menyesuaikan harga dan pemenuhan gizi. Berapapun pesanan, kami sanggup penuhi asalkan tidak mendadak," jelasnya.
Ia menambahkan, selama ini hanya beberapa dapur MBG yang mencari produknya.
Itu pun pengelola MBG punya inisiatif datang membeli produknya.
Sementara untuk MBG di wilayah Masbagik, produk Kiara Donat justru tidak tersentuh dapur MBG.
"Kalau di Kecamatan Masbagik tidak ada satupun dapur MBG yang kita bisa masuk," katanya.
Berawal dari Satu Karung Tepung
Usaha rotinya dirintis dari nol di tahun 2018 dengan modal awal hanya satu karung tepung.
Sempat terpuruk karena pandemi COVID-19, namun akhirnya Kiara Donat bangkit kembali.
Kini usahanya tersebut telah memiliki 15 karyawan dan 20 reseller, dengan jangkauan pemasaran hingga ke berbagai wilayah di Lombok Timur.
Namun, Suhamdi mengaku perlu dukungan untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya.
"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah. Saat ini, alat oven yang kami gunakan masih manual," tutupnya.
(*)
| Pedagang di Lombok Timur Jadi Korban Jual Beli Pertalite Campur Air |
|
|---|
| Melihat Penerapan Irigasi Tetes Petani Sayur dan Palawija di Lombok Timur |
|
|---|
| BPJS Kesehatan PBI 13 Ribu Warga Lombok Timur Aktif Kembali |
|
|---|
| SPPG di Selong Keluarkan Bau Menyengat, Warga Mengeluh Pusing dan Mual |
|
|---|
| Seorang Pria di Lombok Timur Lecehkan Anak di bawah Umur di Kuburan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/kiara_donat_umkm_3939384jpg.jpg)