NTB
Keterbatasan Armada Jadi Kendala DLH Lombok Barat Urai Sampah di Pasar Gunungsari
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Penumpukan sampah di pasar Gunungsari Kabupaten Lombok Barat menjadi keluhan masyarakat setempat, lantaran tumpukan sampah tersebut tidak bisa teruari hingga berbulan-bulan.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Lombok Barat, Mupahir, mengakui adanya tumpukan sampah di Pasar Gunung Sari tersebut.
Dia juga mengatakan, tumpukan sampah bukan hanya berasal dari aktivitas pasar, tetapi juga kiriman dari permukiman warga sekitar.
“Sampah dari warga luar juga banyak yang dibuang di pasar. Awalnya tercecer, sekarang dipusatkan di satu titik,” ucap Mupahir setelah dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama penumpukan sampah adalah keterbatasan armada truk sampah.
Saat ini, DLH Lombok Barat hanya memiliki 10 dump truck dan satu alat berat yang bisa beroperasi. Sementara itu, satu dump truk dan satu alat berat lainnya dalam kondisi rusak parah.
“Kami upayakan tahun ini ada pengadaan armada dan alat berat baru,” jelasnya.
Namun, menurut Mupahir, pihak DLH juga kesulitan karena adanya pembatasan pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, sehingga volume sampah dari pasar tidak bisa langsung diangkut semua dalam sekali jalan.
Selain itu, DLH Lombok Barat juga menyebut, tumpukan sampah di pasar Gunungsari ulah oknum warga yang membuang sampah secara liar di area pasar.
Menurutnya sampah yang menggunung di Pasar Gunungsari bukan sepenuhnya berasal dari aktivitas pasar, melainkan juga yang datang dari luar kecamatan, bahkan luar kabupaten.
“Banyak orang luar yang buang, disinyalir bukan hanya dari Gunungsari, tapi ada juga dari Batulayar, Mataram, bahkan dari Lombok Utara,” ungkapnya.
Baca juga: Aktivitas Jual Beli di Pasar Gunung Sari Terganggu Tumpukan Sampah
Menurutnya, pembuangan sampah secara sembunyi-sembunyi kerap terjadi pada malam hari, sehingga sulit untuk diawasi.
“Karena malam-malam kita tidak tahu siapa yang buang, bisa pakai motor atau mobil langsung lempar sampah di sana,” tambahnya.
Penumpukan ini, kata dia, semakin parah karena keterbatasan armada pengangkut dan alat berat yang tersedia. Saat ini, DLH Lombok Barat hanya memiliki 10 dump truck dan satu alat berat dalam kondisi layak pakai. Sementara itu, satu dump truck dan alat berat lainnya mengalami kerusakan parah.
“Kami sudah usulkan pengadaan alat berat dan truk baru tahun ini. Kondisinya memang sudah tidak mencukupi untuk menangani volume sampah yang masuk,” pungkas Mupahir.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PENUMPUKAN-SAMPAH-PASAR-GUNUNGSARI.jpg)