Minggu, 3 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Hari Lahir Pancasila

5 Contoh Pidato dan Teks Amanat Pembina Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 Resmi dari BPIP

Pembacaan pidato merupakan salah satu rangkaian upacara Hari Lahir Pancasila 2025. Download di sini teks pidato Hari Lahir Pancasila 2025.

Tayang:
Editor: Irsan Yamananda
bpip.go.id
LOGO HARLAH PANCASILA - Tangkapan layar website BPIP diambil pada Senin (26/5/2025). Berikut ini link download logo Hari Lahir Pancasila. Pembacaan pidato merupakan salah satu rangkaian upacara Hari Lahir Pancasila 2025. Download di sini teks pidato Hari Lahir Pancasila 2025. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Kelahiran Pancasila, sebuah momen bersejarah yang menandai fondasi utama negara kita.

Biasanya, dalam upacara peringatan ini, pidato amanat Pembina upacara menjadi salah satu elemen penting yang menyampaikan pesan-pesan moral dan nasionalisme kepada seluruh peserta.

Teks Amanat Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila 2025 Resmi dari BPIP

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om swastiastu,

Namo buddhaya,

Salam kebajikan,

Salam Pancasila!

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,

Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Hari Lahir Pancasila

Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. 

Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. 

Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. 

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved