PON NTB 2028
KONI NTB Pertegas Kesiapan PON 2028 Sudah 80 Persen
Ketua KONI NTB Mori Hanafi menegaskan bahwa persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di NTB sudah hampir rampung.
Penulis: Andi Hujaidin | Editor: Laelatunniam
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Andi Hujaidin
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Ketua KONI NTB Mori Hanafi menegaskan bahwa persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di NTB sudah hampir rampung.
"Jadi yang pertama KONI NTB tetap terus bekerja dalam rangka mempersiapkan PON 2028. Dari hasil peninjauan kami, kita sudah 80 persen venue dari yang sudah ditentukan sudah ada," katanya saat dihubungi TribunLombok Rabu (21/5/2025).
Menurutnya, kesiapan PON di NTB terbentur dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Tetapi Mori menegaskan, hal itu bukan menjadi alasan PON kurang maksimal digelar.
"Kita pernah berpikir buat venue baru, tapi dalam perjalanannya, pemerintah pusat dan daerah sudah menginstruksikan ada efisiensi anggaran. Kemudian kami menyesuaikan hal itu, dari hasil itu sekarang ini sudah kita petakan, kita nggak perlu bangun baru dan venuenya sudah siap," tegasnya.
"Misalnya Auditorium UIN Mataram itu bisa dipakai dua cabor beladiri. Tinggal ada overlaid kita harus siapkan ring dan penunjangnya atau kelengkapannya dari setiap cabor beladiri," sambungnya.
Selain itu, Mori juga menyebut beberapa venue yang bisa digelar pada PON nantinya, meskipun harus ada penambahan anggaran dalam unsur pendukungnya.
"Kita punya Auditorium Abubakar Unram itu juga bisa dua cabor, juga Lombok Raya ballromnya bisa dua cabor juga. Kemudian ada asrama haji dan prime park, dan Merumata ballromnya, itu saja sudah 12," terangnya.
"Kemudian ada bendungan Meninting itu untuk dayung dan ski air, artinya kan sudah ada, kemudian kita punya lapangan golf di KLU, kita sudah punya tempat selamnya juga. Artinya kita kan punya maunya bola basket kita mau GOR baru tapi kan keadaan keuangan kita pakai yang ada tinggal direvitalisasi," tambahnya.
Di sisi lain, Mori pun tak menampik adanya venue yang perlu dilakukan revitalisasi.
"Revitalisasi itu tidak besar anggarannya. Ada cabor yang harus dibangun venuenya yaitu atletik dan menembak, tapi tidak banyak, tidak seperti yang dibayangkan banyak orang harus dibangun banyak, tidak kok," jelasnya.
Ia pun membandingkan pelaksanaan PON sebelumnya yang mendapat kucuran dana dari pemerintah. Menurutnya, hal itu akan diupayakan pada PON NTB dan NTT.
"Kalau berangkat dari PON ACEH dan Sumut itukan masing masing dapat bantuan dari pemerintah pusat untuk pembuatan gor dan revitalisasi itu sekitar 770 miliar," jelasnya.
"Kalau kita katakanlah dapat 800 miliar itu sudah lebih dari cukuplah, kita sudah bisa bikin banyaklah dengan uang segitu. Inikan masih ada 3 tahun setengah, masih cukuplah waktu kita mempersiapkan itu. Pemerintah pusat pasti ngasih kan cerminannya di Aceh dan sumut," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ketua-KONI-NTB-Mori-Hanafi11.jpg)