IGS 2025

Kuliner dan Budaya NTB Diperkenalkan ke Dunia Lewat Gastrodiplomacy Series 2025

Melalui IGS 2025, kuliner, budaya, hingga potensi ekonomi NTB akan diperkenalkan kepada dunia melalui para delegasi yang datang dari berbagai negara.

Editor: Laelatunniam
ISTIMEWA
IGS 2025 : Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia saat foto bersama delegasi sejumlah negara dalam acara IGS. Melalui IGS 2025, kuliner, budaya, hingga potensi ekonomi NTB akan diperkenalkan kepada dunia melalui para delegasi yang datang dari berbagai negara. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah gelaran Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025 yang berlangsung mulai hari ini, 8 Mei hingga 11 Mei 2025.

Melalui ajang internasional ini, kuliner, budaya, hingga potensi ekonomi NTB akan diperkenalkan kepada dunia melalui para delegasi dari berbagai negara.

Gelaran Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025 membawa 38 duta besar beserta pasangan, serta diplomat asing dari 28 negara. Delegasi ini dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Duta Besar R. Heru Hartanto Subolo.

Negara-negara yang tergabung dalam delegasi tersebut antara lain Kuwait, Singapura, Jordan, Slovakia, Zimbawe, Serbia, Ukraina (CDA), Poland, Rwanda, Ethiopia, Kenya (Commercial Attache), Cuba, Maunitania, Cambodia, Laos, Inggris (Perwakilan), Austria, Amenia, Bosnia dan Herzegovina, Republik of Korea, Philippines, Austria, Fiji, China, Finland, UAE, dan Netherland.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyambut langsung kedatangan seluruh delegasidi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjdi (BIZAM), Kamis (8/5/202

Lalu Iqbal mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Miq Iqbal sapaan Gubernur, berharap para peserta dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan Pemprov NTB.

Sementara itu, dalam pernyataannya, Sahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia menyampaikan, program IGS dirancang untuk mendukung program nasional Indonesia spice-up the world yang bertujuan memperkenalkan kekayaan warisan kuliner Indonesia ke seluruh dunia.

“Dengan berbagi rasa, aroma, dan cerita di balik kuliner, kami tidak hanya ingin memanjakan lidah, tetapi juga membangun pemahaman, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan mempromosikan potensi budaya dan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan terselenggara atas kolaborasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemprov NTB, dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan Pelita Air. Para peserta akan diajak untuk menjelajahi keindahan budaya, kuliner, hingga potensi pariwisata NTB.

Selamat 4 hari di Lombok, para Dubes asing dan peserta Diplomatic Tour lainnya akan diajak mengenal sejarah dan budaya NTB di Museum dan Kota Tua Ampenan, desa wisata hijau Bilebante, sunset dinner, hingga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM di NTB Mall dan Bank Syariah NTB.

Sementara di Mandalika, para peserta akan menggali potensi ekonomi dan investasi bidang pariwisata bersama ITDC, serta menyaksikan Fanatec GT World Challenge Asia 2025 yang tengah berlangsung.

Indonesia Gastrodiplomacy Series sudah diadakan sebanyak 5 kali di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan program unggulan Kemlu RI untuk mempromosikan warisan kuliner Indonesia sebagai media dialog, kerja sama ekonomi, dan diplomasi budaya.

Edisi “Diplomatic Tour Goes to west Nusa Tenggara” kali ini merupakan bagian dari inisiatif promosi Perdagangan (Trade), Pariwisata (Tourism), dan Investasi (Investment) atau TTI yang lebih luas. 

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved