Pria Bermukena

Tiga Fakta di Balik Kasus Pria Bermukena di Islamic Center NTB, dari Bullying hingga Bisikan Gaib

Kasus viral pria bermukena yang salat di saf wanita di Islamic Center Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berbuntut pada penahanan pelaku

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
Dok.Istimewa
PRIA BERMUKENA - Kolase foto saat satpam Islamic Center NTB menangkap pria bermukena di ruang jemaah perempuan. Sedangkan foto kanan adalah saat pria bermukena diinterogasi usai ditangkap satpam. Dari penelusuran TribunLombok.com, sedikitnya ada tiga fakta baru yang mengungkap dugaan latar belakang tindakan tidak biasa yang dilakukan oleh FRY. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Kasus viral pria bermukena yang salat di saf wanita di Islamic Center Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berbuntut pada penahanan pelaku berinisial FRY oleh Polsek Seleparang.

Dari penelusuran TribunLombok.com, sedikitnya ada tiga fakta baru yang mengungkap dugaan latar belakang tindakan tidak biasa yang dilakukan oleh FRY.

1. Depresi Akibat Bullying

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Heri, menyebutkan bahwa FRY diduga mengalami depresi akibat perlakuan bullying secara verbal dari lingkungan sekitar.

Hal ini diperkuat dengan pengakuan pihak keluarga yang menyatakan bahwa FRY memiliki riwayat gangguan kejiwaan setelah mengalami kekalahan dalam pencalonannya sebagai anggota legislatif beberapa waktu lalu.

“Hingga dari beberapa sumber mengatakan, dia (FRY) ini sempat juga dibully oleh teman-temannya. Tidak secara fisik, tapi secara mental, dan itu membuatnya nekat melakukan tindakan itu,” ungkap Heri saat ditemui TribunLombok.com, Selasa (15/4/2025).

Menurut informasi yang berkembang di kampus, FRY juga sempat menerima tantangan dari teman-temannya untuk mengenakan mukena dalam kesehariannya. Tantangan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu utama tindakan nekat yang dilakukannya hingga berujung pada penahanan oleh pihak kepolisian.

2. Stres Karena Gagal Nyaleg

Di tempat terpisah, kerabat pelaku, Joti Baskara, membenarkan bahwa FRY mengalami stres berat setelah gagal menjadi anggota DPRD Lombok Tengah pada Pemilu 2019.

"Ya, memang stres sejak dia nyalon dulu, bukan yang kemarin, tapi empat tahun lalu, tahun 2019. Dia hanya dapat suara beberapa ratus saja," jelas Joti.

Joti menambahkan bahwa FRY menghabiskan banyak biaya saat mencalonkan diri, namun hasil yang diperoleh sangat mengecewakan. Sejak saat itu, ia mulai menunjukkan gejala gangguan kejiwaan, termasuk sering bertingkah seperti anggota dewan yang sedang memimpin sidang.

Menurut Joti, dalam kondisi stres tersebut, FRY mulai berperilaku seperti perempuan. Keluarga pun telah berupaya meminta pengunggah video viral untuk menghapus konten tersebut dari media sosial.

3. Nekat Karena Bisikan Gaib

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, mengungkapkan bahwa FRY mengaku melakukan aksinya berdasarkan mimpi atau semacam "bisikan gaib" yang menyuruhnya salat di saf wanita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved