Mataram
Lowongan Kerja Terbatas, Warga Mataram Ramai Daftar Jadi PMI, Sehari 20 Orang Daftar ke Luar Negeri
Minat masyarakat Kota Mataram untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih tergolong tinggi. Hal ini dipicu oleh terbatasnya peluang kerja
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Minat masyarakat Kota Mataram untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih tergolong tinggi. Hal ini dipicu oleh terbatasnya peluang kerja di daerah.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mataram mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2025, terdapat rata-rata 10 hingga 20 orang yang mendaftarkan diri setiap harinya untuk bekerja ke luar negeri.
“Jumlah pasti datanya belum saya tau, yang jelas per hari sejak bulan Januari hingga Maret kemarin itu ada lebih 10-20 orang yang melakukan pendaftaran,” ucap Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Mataram, Rudi Suryaman setelah dikonfirmasi, Jumat (11/4/2025).
Rudi menambahkan, sebagian besar pendaftar telah melalui tahap verifikasi dan wawancara. Namun, tiga hari menjelang Lebaran hingga saat ini, jumlah pendaftar mulai mengalami penurunan.
Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir jumlah warga Kota Mataram yang menjadi PMI terus meningkat. Pada tahun 2023, tercatat sekitar 700 orang yang berangkat ke luar negeri. Jumlah itu meningkat pada tahun 2024 dengan mendekati angka 800 orang.
“Namun pada tahun 2024 lalu jumlah PMI kita mendekati angka 800-an,” kata Rudi.
Dengan data PMI yang tercatat hingga ratusan orang ini menandakan bahwa minat pergi keluar negeri di Kota Mataram terbilang cukup tinggi.
Ia mengungkap, dari puluhan pendaftar, terbanyak minat masyarakat untuk menjadi PMI ini ke tujuan negara Malaysia.
“Saya baca peluang sekarang yang lebih banyak ke Malasiya, ke perkebunan, mereka menganggap di sana lebih menjanjikan mereka berangkat dengan potensi yang dia punya. Kalau perkebunan nggak butuh skill yang penting tenaga dan fisik sehat,” terangnya.
Rudi juga mengakui bahwa tingkat pengangguran di Kota Mataram mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen. Salah satu penyebabnya adalah minimnya lowongan pekerjaan yang tersedia.
Dari sekitar 3.000 perusahaan skala kecil, menengah, hingga besar yang ada di Mataram, belum mampu menampung tenaga kerja dari jumlah penduduk yang mencapai 459.683 jiwa. Situasi ini diperparah oleh meningkatnya arus urbanisasi pasca Lebaran, yang turut memperketat persaingan kerja.
“Karena kita bukan daerah industri, lapangan kerja memang sangat terbatas. Sementara perguruan tinggi terus meluluskan mahasiswa setiap tahunnya dalam jumlah besar. Ini juga ikut mendorong peningkatan angka pengangguran,” kata Rudi.
“Persentase untuk lowongan kerja yang tersedia (di Kota Matarram) itu berkisar antara 1 lowongan diperebutkan oleh 10 orang,” pungkasnya
| Kopi Koko, Kopi Gerobakan dengan Cita Rasa Coffee Shop di Mataram |
|
|---|
| Maestro Wayang Sasak Lalu Nasib Wafat, Gubernur NTB Sampaikan Duka Cita Mendalam |
|
|---|
| BKPSDM Kota Mataram Lembur Unggah Nama PPPK Paruh Waktu Jelang Tenggat 25 Agustus 2025 |
|
|---|
| BNN Kota Mataram Gandeng Hotel Cegah Peredaran Narkoba Lewat Program 'Sila Mampir' |
|
|---|
| DPRD Kota Mataram Desak Pemkot Atasi Kehamilan Remaja 'Sosialisasi Bukan Langkah Konkret' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Pelepasan-PMI-Mataram-ke-Malaysia.jpg)