Berita Lombok Timur
Ngabuburit Asyik, Pemuda Desa Tembeng Putik Lombok Timur Buka Lapak Perpustakaan Jalanan
Forum Mahasiswa Tembeng Putik menginisiasi Perpustakaan Jalan (Perjal) untuk mengisi waktu sore kepada sejumlah anak muda yang nongkrong
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Sekelompok Pemuda Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Tembeng Putik membuat perubahan positif.
Forum Mahasiswa Tembeng Putik menginisiasi Perpustakaan Jalan (Perjal) untuk mengisi waktu sore kepada sejumlah anak muda yang nongkrong di pinggir jalan.
Al Farabi Akma yang merupakan ketua Forum Mahasiswa Tembeng Putik mengaku, sudah lama menggagas aktifitas positif ini untuk mengikat mahasiswa yang tergabung dalam komunitasnya.
"Jadi di sini itu kita yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Tembeng putik adalah orang-orang yang lanjutkan kuliah. Kemudian beberapa dari temen-temen itu dulu berniat untuk membuat program Perjal ini untuk pengikat dan penyambung silaturahmi kita antar pemuda di desa," katanya pada TribunLombok.com, pada Sabtu (22/3/2025).
Farabi mengatakan, latar belakang gerakan ini karena resah melihat kebiasaan pemuda yang sering nongkrong atau terlibat dalam balap liar.
"Biar ada gunanya ilmu yang kami dapatkan, kami mengamalkan ilmu yang sudah didapatkan saat kuliah, kami buat gerakan ini dan agar bermanfaat untuk masyarakat desa," ujarnya
Perpustakaan ini hadir setiap Selasa, Kamis, dan Minggu sore, menjadi ruang alternatif bagi warga untuk mengisi waktu ngabuburit dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, yaitu membaca.
Dengan bantuan anggota Forum Mahasiswa Tembeng Putik, perpustakaan ini menyediakan berbagai macam buku, mulai dari novel, komik, hingga ensiklopedia, yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa.
"Untuk peminat pemuda khusunya dari Tembeng putik Alhamdulillah lumayan, bahkan anak-anak juga, dan itu membuat rekan-rekan di forum juga semakin semangat untuk menjalankan kegiatan ini," paparnya.
Meskipun sederhana, yang hanya bermodalkan meja bekas untuk menjejerkan buku, inisiatif ini telah mengundang antusiasme warga desa. Para pengunjung bebas memilih tempat duduk di sekitar sawah sambil menikmati senja.
"Hingga hari ini peminat banyak dari luar Desa Tembeng Putik juga yang tertarik untuk membaca ataupun hanya sekedar berdiskusi disini," lanjut Farabi
"Kami berharap melalui upaya ini, minat baca masyarakat dapat semakin meningkat," lanjutnya.
Baca juga: Pohon Tumbang di Lombok Timur Timpa Mobil yang Terparkir
Buku yang tersedia saat ini masih terbatas karena bersumber dari sumbangan anggota komunitas. Oleh karena itu Forum Mahasiswa Tembeng Putik, membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dengan mendonasikan buku demi memperkaya koleksi bacaan di Perjal Putih agar bisa mendukung gerakan literasi desa ini.
"Tantangan kami masih kekurangan buku, dan komunikasi kami masih sampai ketua karang taruna, dan beliau juga sudah sampaikan ke kepala desa, dan Alhamdulillah kami mendapatkan izin juga untuk penggunaan tempat dan mendapat support moral yang baik," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PERPUSTAKAAN-JUALAN-321.jpg)