Sabtu, 9 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Nasional

Menteri Sosial Pastikan Dana Bansos Tetap Utuh Meski Ada Efisiensi Anggaran

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan upaya efisiensi anggaran tidak akan mengurangi dana bantuan sosial (bansos) yang diberikan

Tayang:
Editor: Laelatunniam
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
EFISIENSI ANGGARAN: Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Jumat (31/1/2025). Gus Ipul memastikan efisiensi anggaran tidak mengurangi dana bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi dana bantuan sosial (bansos) yang diberikan kepada masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (13/2/2025).

Menurut Gus Ipul, meskipun Kemensos melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 970 miliar, dana untuk bansos tetap akan dipertahankan tanpa pengurangan.

"Kaidah yang kami jadikan pedoman dalam melakukan efisiensi adalah yang pertama; memastikan anggaran bansos yang diberikan langsung ke masyarakat tidak dikurangi," kata Gus Ipul.

Kedua, ia memastikan anggaran operasional terkait bansos juga tidak akan dipangkas. Ketiga, gaji pegawai dan honor pendamping pada tahun berjalan akan tetap utuh.

"Yang keempat, tidak mengurangi kualitas kerja dan semangat kerja. Dan yang kelima, tidak mengganggu pelayanan publik," ujar Gus Ipul.

Dalam paparannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa postur anggaran Kemensos tahun 2025 mencapai Rp 79,58 triliun. 

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 78 triliun atau 98,5 persen dialokasikan untuk program perlindungan sosial, termasuk bansos, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). 

Selebihnya, anggaran digunakan untuk bantuan atensi, bansos adaptif bencana, serta pemberdayaan kawasan adat terpencil.

Program dukungan manajemen mendapatkan alokasi sebesar Rp 1,16 triliun atau 1,5 persen dari total anggaran, yang digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, pengawasan, serta layanan kesekretariatan.

Meski begitu, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, Kemensos melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 1,32 triliun. Setelah dilakukan penyesuaian, hasil efisiensi yang disepakati mencapai Rp 970 miliar.

"Selisih efisiensi penyesuaian anggaran rekonstruksi adalah Rp 356.793.188.000," ungkap Gus Ipul.

Dana hasil efisiensi tersebut akan digunakan untuk bantuan atensi, belanja barang, serta kebutuhan lainnya.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved