NTB

Bom Waktu Sampah di Lombok Barat, Ancam Lingkungan dan Kesehatan

Dok.Istimewa
Proses pemilihan sampah menggunakan alat berat di TPA Kebon Kongok. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Produksi sampah masyarakat di Kabupaten Lombok Barat mencapai 300-350 ton setiap harinya, namun lokasi pembuangan sampah yang dimiliki saat ini sudan tidak mampu menampung semua sampah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat Hermansyah mengatakan, tempat pembuangan sampah yang dimiliki pemerintah setempat hanya mampu menampung 60 persen sampah setiap harinya.

"Sisanya ada yang dibuang ke sungai, ada yang buang di halaman, ada yang buang dihutan, tapi itu lambat laun akan menjadi masalah karena kita tahu sampah plastik itu terurainya lama," kata Herman, Kamis (10/10/2024).

Herman berharap Lombok Barat memiliki beberapa tempat pembuangan sampah sendiri, pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok saat ini digunakan bersama dengan Kota Mataram.

Bila tidak dilakukan perpanjangan kontrak, maka TPA Kebon Kongok bakal ditutup pada Desember 2024 ini. Pasalnya landfill yang baru saja dibuat sudah tidak mampu menampung sampah warga Mataram dan Lombok Barat.

Herman juga mengungkapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat sudah mencari lokasi pembuatan TPA baru, ada lima lokasi yang ditimang Pemda untuk pembangunan TPA baru.

"Sampai detik ini ada beberapa lokasi yang akan kita pakai, tetapi belum mendapatkan persetujuan dari masyarakat," kata Herman.

Baca juga: Pemda Lombok Timur Berencana Bangun TPA di Sembalun

Setiap tahunnya Pemda Lombok Barat mengucurkan dana Rp 800 sampai Rp 1 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), untuk membayar biaya pembuangan sampah di TPA Kebon Kongok.

Kendala lain yang dihadapi Pemda Lombok Barat dalam penanganan sampah tersebut adalah sarana dan prasarana, saat ini DLH Lombok Barat hanya memiliki 20 armada pengangkut sampah.

"Maka wajar tidak semua terjangkau, saya bersyukur kemudian ada beberapa desa yang membeli armada sendiri," kata Herman.

Desa yang memiliki armada pengangkut sampah sendiri diberikan rekomendasi untuk membuang sampah gratis di TPA Kebon Kongok. 

(*)