NTB

Turnamen Begasingan Sunrise Land Lombok, Cara Masyarakat Pertahankan Permainan Tradisional

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Keseruan permainan tradisional Gasing di Sunruse Land Lombok Labuhan Haji. Turnamen ini digelar dalam rangka HUT RI ke-79 skaligus sebagai upaya mempertahankan permainan tradisional yang saat ini mulai ditinggalkan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pengelola wisata Sunrise Land Lombok pada momen HUT ke-79 RI tahun 2024 ini menggelar turnamen begasingan yang diikuti semua lapisan masyarakat se kecamatan Labuhan Haji. 

Selain dalam memeriahkan momen 17 Agustusan, turnamen begasingan ini juga upaya mempertahankan permainan tradisional yang masih eksis hingga saat ini. 

Perwakilan kelompok gasing Sambik Elen asal Kecamatan Labuhan Haji, Jumaidi mengatakan, permainan gasing sudah ada sejak puluhan tahun lalu. 

"Sejak masih kecil saya sudah memainkannya. Namun gasing yang digunakan berbeda, gasing sewaktu kecil masih menggunakan gasing kayu, sedangkan saat ini menggunakan gasing yang terbuat dari kayu yang dilingkari besi, " Ucapnya saat ditemui, Kamis (8/8/2024). 

Begasingan ini sudah jadi budaya masyarakat, hampir setiap malam dirinya bersama kelompok masyarakat yang tergabung dalam komunitas bermain gasing. 

Di Kecamatan Labuhan Haji sendiri lanjut dia, ada puluhan kelompok begasingan. Di Lotim permainan tradisional ini masih cukup eksis di tengah masyarakat. 

Kelompok-kelompok pemain gasing tersebar di semua kecamatan. Selain menjadi budaya, permainan ini juga sudah menjadi hobi yang tidak bisa dipisah dari masyarakat.

Di sebutkannya, hampir di semua desa memiliki arena begasingan, tempat sparing antar kelompok pemain. Arena itu dibuat khusus dari tanah dan semen yang buat secara swadaya oleh kelompok. 

"Pembuatan arena ini cukup mahal. Satu arena itu bisa menghabiskan 15 sak semen dan satu dum tanah, meskipun arenanya terlihat kecil," ungkapnya. 

Dikatakannya, berbagai Turnamen telah diikuti, mulai dari Lotim hingga Lombok Barat. Permainan ini cukup bresiko bagi pemain sendiri. Bisa mengenai tubuh pemain, jika salah teknik mengikat gasing. Namun hal itu bagi pemain merupakan hal biasa.

Di sebutkan, permainan gasing besar ini tidak seperti permainan gasing kayu pada umumnya. Namun gasing besar memiliki pontvdan waktu tersendiri. Selama peemainana berlangsung akan dipimpin oleh salah seorang wasit. Masing-masing kelompok beranggotakan lima orang. Setiap pemain harus menggunakan baju adat.

"Kalau permainan gasing biasa kapan pun kita berhenti bisa saja. Kalau Iki waktunya 45 menit. Harus pakai baju adat dan itu poninya lima, berat gasing lima point dan pukulan," imbuhnya.

Baca juga: Lomba Begasingan Se-Pulau Lombok Akan Hadir di HUT RI Ke-77

Gasing yang digunakan berbagai ukuran. Ukuran paling kecil 12 inch dan paling besar 23 inch. Gasing-gasing tersebut di beli langsungnya dari beberapa desa di Lotim seperti Bangket daya dan Reban Tebu. Satu gasing di beli dengan harga mulai dari Rp 300-450 ribu per satu gasing tergantung ukuran.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Begasingan Qori' Bayinaturrosi menambahkan pra Turnamen ini bertujuan sebagai sosialisasi terkait Turnamen Begasingan yang diadakan pada tanggal 7-17 Agustus mendatang kepada pecinta Begasingan di Kecamatan Labuhan Haji.

Turnamen Begasingan yabg akan dilakukan ini dalam rangka memperingati HUT RI ke 79. Sekaligus sebagai upaya mempertahankan budaya Begasingan di tengah-tengah masyarakat, Khususnya anak-anak. Mengingat permainan ini sudah mulai tergerus zaman.

Selain itu, permainan tradisional ini juga diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke Lotim, khususnya di Labuhan Haji sendiri. Termasuk bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Tidak hanya pembuat gasing namun juga pedagang-pedagang kecil di sekitar lokasi turnamen.

"Arena begasingan ini dibuat beberapa bulan lalu, sebelumnya tidak ada. Setelah mereka izin buat arena kami langsung izinkan. Karena menurut kami ini sangat bagus untuk di pertahankan. Kami juga salut sama kelompok ini mereka buat arena sendiri dengan cara urunan," pungkasnya. 

(*)