NTB
Produksi Jagung NTB Melimpah, Gudang Penyimpanan Overkapasitas
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Panen jagung di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami oversupply pada 2024 ini.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian NTB jumlah produksi hingga Mei 2024 jumlah produksi jagung mencapai 695 ribu ton.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Fathul Gani mengatakan, produksi jagung yang melimpah membuat NTB kekurangan gudang penyimpanan.
"Untuk saat ini truk-truk pengangkut jagung di wilayah Kabupaten Bima belum terurai, artinya daya tampung di gudang sudah over," kata Gani, Senin (20/5/2024).
Baca juga: Bulog Sumbawa Siapkan 3 Gudang untuk Serap Jagung Petani
Sehingga Bulog, kata Gani, mengupayakan penyewaan gudang swasta untuk menampung jagung-jagung yang sudah dibeli dari petani.
Kapasitas gudang penyimpanan Bulog hanya berkisar 100 ribu ton yang tidak sebanding dengan hasil panen jagung petani sampai Mei 2024.
Mantan Kadis Pertanian Provinsi NTB itu mengatakan, meskipun mengalami oversupply namun dipastikan tidak akan mengganggu harga jagung di tingkat petani.
"Intinya jagung petani kita siap diserap Bulog dengan kadar air 15 persen dengan harga Rp5.000," jelasnya.
Pemerintah juga mengupayakan agar jagung tersebut bisa segera didistribusikan keluar daerah untuk mengatasi oversupply.
Baca juga: Kabupaten Bima Kirim 275 Ton Jagung ke Pulau Jawa untuk Genjot Penyerapan Hasil Panen Petani
Namun Gani menyadari, distribusi jagung keluar daerah mengalami kendala karena masa panen bersamaan dengan wilayah lain.
"Ke depan kita harus mempersiapkan bekal kepada para petani untuk pengelolaan jagung pasca panen," kata Gani.
Selain itu dia meminta kepada dinas perdagangan untuk membantu mencari supplier yang bisa diajak bekerja sama, agar hasil panen di NTB bisa langsung terjual.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/jagung-ntb-245.jpg)