NTB

Harga Jagung di NTB Anjlok, Pemerintah Minta Petani Jaga Kualitas

TRIBUNLOMBOK.COM
Petani jagung menjemur hasil panen. Harga jagung saat ini berkisar di antara Rp 3.600 hingga Rp 3.800 per kilogram yang masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 4.200 per kilogram. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pasca libur lebaran harga jagung di NTB anjlok hingga di bawah Rp 4 ribu per kilogram.

Penurunan harga jagung tersebut diduga disebabkan karena tidak ada aktivitas pengiriman selama libur lebaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Abdul Aziz mengatakan, untuk mengantisipasi anjloknya harga jagung tersebut petani diminta untuk tetap menjaga kualitas jagungnya.

Harga jagung saat ini berkisar di antara Rp 3.600 hingga Rp 3.800 per kilogram yang masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 4.200 per kilogram.

"Kita ingin dalami harga Rp 3.600 Rp3.800 ini kadar airnya berapa, karena yang Rp 4.200 kadar airnya 15 persen, umpannya di atas 15 persen misalnya 18-20 persen tentu peternak komplain," kata Azis, Selasa (16/4/2024).

Azis mengatakan jumlah kadar air akan mempengaruhi harga jagung yang dibeli oleh peternak.

Baca juga: Ribuan Hektar Tanaman Jagung di Lombok Timur Mati, Petani Beralih ke Tembakau

Pasalnya jika kadar airnya masih tinggi tentunya jagung tersebut tidak bisa disimpan sebagai pakan ternak karena akan menimbulkan jamur yang mengandung racun.

Maka, Azis meminta agar para petani tetap menjaga kualitas jagung yang akan dijual.

"Oleh karena itu kita harus menjaga kualitas dengan menjaga kadar air," kata Azis.

Azis mengatakan kebutuhan jagung yang dibeli oleh Bulog setiap tahunnya mencapai 3.000 ton.

Baca juga: Dampak El Nino di Lombok Timur, 4.625 Hektare Ladang Jagung Terancam Gagal Panen

Soal Pengajuan HPP menjadi lebih tinggi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Karena jagung masuk ke dalam bahan pokok, jika harganya ditingkatkan akan berpengaruh terhadap inflasi.

Sebelumnya juga, anjloknya harga jagung ini menimbulkan protes yang dilakukan oleh para petani, salah satunya di Kabupaten Bima.

Para petani memblokade jalan karena protes harga jagung yang anjlok.

(*)