NTB
Cerita Nelayan di Bima Tidak Melaut Lantaran Khawatir Ada Cairan Diduga Limbah
Penulis: Toni Hermawan | Editor: Endra Kurniawan
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan
TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Nelayan di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, absen melaut lantaran takut cairan yang diduga limbah di pesisir pantai.
Seorang nelayan bernama Asikin mengatakan, cairan berwarna cekolatan yang diduga limbah dan cukup banyak ketimbang sebelumnnya.
"Nelayan yang cari ikan dan kepiting sudah tidak ada," terang Asikin melalui sambungan telepon, Jumat (9/2/2024).
Ia pun mengeluhkan kondisi pantai ini, sebab satu-satu mata pencaharian dirinya berserta warga sekitar hanya nelayan. Namun. kekhawatiran laut tercemar limbah, maka diputuskan untuk tidak melaut.
Baca juga: Warga Pesisir Desa Bajo Bima Dihebohkan Buih di Pantai Mirip Limbah, Warnanya Kecokelatan
"Takut keracunan, rata-rata nelayan sudah istirahat semua," tambahnya.
Ia berharap segera ada solusinya supaya dapat kembali ke laut mencari nafkah. Sebab ia juga mengaku khawatir kulitnya gatal-gatal. Terlebih saat ini sudah ada ikan yang mati dan kepiting keluar ke daratan.
"Satu-satu mata pencaharian kita ke laut saja, sekarang hanya nganggur duduk-dukuk banyak yang ngeluh," katanya.
Penjelasan Kades Setempat
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bajo, Rahim mengatakan penampakan cairan berupa berupa gumpalan busa.
"Agak tebal dia," keluhnya.
Ia melanjutkan, cairan yang diduga limbah beracun ini tersebar dipesisir pantai mengikuti arah angin. Nelayan yang sering mencari ikan pun terpaksa tidak melaut sebab khawatir.
Baca juga: Pemilik Tambang Galian C Wanasaba Bantah Buang Limbah ke Sungai
"Tidak ada yang melaut gak berani, takutnya beracun," keluhnya.
Kondisi terkini, lanjut Rahim, cairan ini masih seperti sejak pertama muncul beberapa hari lalu. Sejauh ini pemerintah desa belum berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
"Kalau cari ikan gak berani, cuman yang pakai boat aja," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Cerita-Nelayan-di-Bima-Tidak-Melaut-Lantaran-Khawatir-Ada-Cairan-Diduga-Limbah.jpg)