NTB

Koalisi Stop Joki Anak Minta Lomba Pacuan Kuda Wali Kota Bima Cup Dibatalkan

TRIBUNLOMBOK.COM/Toni Hermawan
Sejumlah joki cilik menunggangi kuda pacuan di Gelanggang Olahraga Sambinae, Kota Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Koalisi Stop Joki Anak menyayangkan ada insiden terjatuhnya dua joki cilik saat berpacu di gelanggang olahraga Sambinae Kota Bima.

Pikhaknya pun meminta Polda NTB menghentikan event pacuan kuda tradisional Wali Kota Bima Cup 2023.

Koalisi Stop Joki Anak Yan Mangandar Putra mengaku kecewa Polda NTB yang mengeluarkan izin event pacuan kuda Bima Cup 2023.

“Kami kecewa Polda NTB menerbitkan izin pacuan kuda tradisional di Kota Bima,” keluh Yan Mangandar saat dihubungi TribunLombok.com, Rabu (22/11/2023).

Baca juga: Penjabat Wali Kota Bima Yakin Posyandu Asifa Akan Mendapat Hati dari Tim Penilai Tingkat Provinsi

Dia tegas meminta Polda NTB menghentikan event pacuan kuda tradisional Wali Kota Bima Cup 2023.

Kejadian ini juga dinilai sebagai kejadian luar biasa dan dimungkin para joki cilik akan kehilangan nyawa.

“Kami minta Polda NTB menghentikan secepat mungkin,” tegas Ketua Pusat Bantuan Hukum Mangandar (PBHM) ini.

Dia meminta pihak penyelenggara duduk bersama dengan koalisi stop joki anak dan pihak-pihak terkait.

“Harapannya kami bisa duduk bersama dan ada kesepatakan, misal batasan umur joki cilik, kelas kuda yang ditunggangi dan jumlah maksimal kuda yang dapat ditunggangi anak. Bayangkan saja para joki anak ini harus menunggang ratusan kuda,” katanya.

Baca juga: Pengakuan Keluarga Joki Cilik yang Meninggal di Kota Bima: Diberi Uang Rp1 Juta, Sempat Diancam

Yan juga meragukan jika joki cilik ini tercover BPJS Ketenagakerjaan.

Saat ada insiden joki cilik yang alami kecelekaan dan meninggal dunia.

BPJS tidak dapat diklaim dengan alasan tidak membayar iuran.

“Sebenarnya hal-hal ini perlu kami bicarakan,” pintanya.

Sementara itu Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Bima Sudirman mengatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dan saran dari semua pihak.

“Saya sudah ajak mereka tapi tidak solusi, pacuan yes, joki cilik no, gak boleh bahasa begitu. Jangan bilang pokoknya-pokoknya, apa sih ruang diberikan ke kami untuk koreksi diri,” keluhnya.

Ia mengklaim dalam penyelenggaran event ini melibatkan semua pihak mulai dari unsur akademisi dan pemerhati anak.

“Kami terbuka,” pungkasnya.

(*)