Dinas Perdagangan NTB Bakal Sidak Telur dari Luar Daerah untuk Jaga Stabilitas Harga
Para pedagang di NTB memasukkan telur telur dari luar daerah, sehingga mengganggu harga telur lokal
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLBOK.COM, MATARAM - Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah tegas dalam mengantisipasi masuknya telur dari luar daerah.
Kepala Dinas Perdagangan NTB Bq Nelly Yuniarti mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di pintu masuk.
"Karena memasukkan barang harus ada izin provinsi," kata Nelly, Senin (6/11/2023).
Nelly menjelaskan, acap kali para pedagang di NTB memasukkan telur telur dari luar daerah, sehingga mengganggu harga telur lokal.
Nelly meminta kepada para pengusaha untuk mengurus perizinan di Dinas Perdagangan Provinsi NTB.
Baca juga: Peternak di Lombok Timur Mengeluh Telur Luar Daerah Masuk ke NTB, Bikin Rugi Rp300 Juta Per Hari
"Ini yang sering lalai, baru ada izin dari Kabupaten Kota mereka langsung masuk padahal pengaruhnya se NTB," jelasnya.
Diakui Nelly, saat ini jumlah telur dari luar daerah yang masuk ke NTB sudah cukup banyak.
Nelly berharap, pengusaha telur untuk tidak tergesa-gesa memasukan telur dari luar daerah.
Sebelum memasok dari luar daerah, pedagang diminta terlebih dahulu mencari stok dari dalam daerah.
"Misalnya kota (Mataram) kurang masih ada Lombok Timur Lombok Tengah Lombok Barat penyangga telur," jelas Nelly.
Begitupun dengan pengusaha telur di Pulau Sumbawa.
Hal yang sama berlaku pada komoditi daging ayam maupun sapi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/peternak-ayam-petelur-lombok-timur.jpg)