Rabu, 15 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Mengenal Metode Kangguru, Cara Penanganan Bayi Prematur di RSUD Provinsi NTB

bayi yang terlahir prematur harus mendapatkan suhu yang sama dengan suhu saat masih di dalam rahim

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
Direktur RSUD Provinsi NTB dr H Lalu Herman Mahaputra bersama dokter dan perawat ruang kangguru. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Perawatan bayi prematur dengan metode kangguru diterapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Metode kangguru merupakan cara yang digunakan untuk menjaga suhu tubuh bayi yang terlahir prematur atau lahir sebelum waktunya.

Inisiator Ruang Kangguru RSUD Provinsi NTB dr Djelantik, mengatakan bahwa bayi yang terlahir prematur harus mendapatkan suhu yang sama dengan suhu saat masih di dalam rahim.

Tidak hanya itu, bahkan pemberian makanannya juga harus diperhatikan.

Baca juga: RSUD Provinsi NTB Resmikan Ruang Kangguru dr Djelantik sebagai Tempat Perawatan Bayi Prematur

Terutama jika ASI belum ada, maka makanan perlu diperhatikan gizinya.

Suhu tubuh yang dibutuhkan bayi yang terlahir prematur kisaran 36,5 derajat sampai 37,5 derajat.

"Kalau didalam rahim segitu, jangan sampai diluar tidak segitu nanti ketidinging itu bahanya," kata Djelantik.

Bahkan penggunaan metode kangguru ini dapat memberikan ketenangan bagi bayi tersebut, karena didekap langsung oleh ibunya. Kulit bayi dan sang ibu harus bersentuhan secara langsung.

Keunggulan metode kangguru ini juga dapat dilakukan dirumah, setelah melewati masa masa kritis di rumah sakit.

Baca juga: Dokter RSUD Provinsi NTB Luh De Puspita Dewi Luncurkan Jingle Kedua Edukasi Kesehatan Gigi Anak

"Kalau pake alatkan biaya mahal, itu hanya bisa dirumah sakit, kalau ini tidak perlu biaya," kata dokter senior RSUD Provinsi NTB itu.

Bayi yang lahir prematur memiliki resiko kematian yang tinggi, sehingga perawatan intensif sangat dibutuhkan. Metode kangguru ini diharapkan, dapat mengurangi angka kematian bayi prematur.

Sementara itu, penanggung jawab utama NICU RSUD Provinsi NTB dr I Ketut Adi Wirawan mengatakan 30 persen penyumbang stunting dari bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

"Disinilah bayi lahir prematur itu kita stabilkan, buat dia stabil pernapasan detak jantungnya," kata Adi.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved