Rabu, 20 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sumbangan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada pertumbuhan ekonomi periode April 2023 hingga Juni 2023 mencapai 53,31 persen.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Ilustrasi. Konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Konsumsi rumah tangga (RT) masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023.

Sumbangan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada pertumbuhan ekonomi periode April 2023 hingga Juni 2023 mencapai 53,31 persen.

"Konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang utama produk domestik bruto (PDB)," terang Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, di Jakarta, Senin (7/8/2023).

Baca juga: KEK Mandalika Akan Terus Menjadi Episentrum Pertumbuhan Ekonomi NTB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2023 sebesar 5,17 persen YoY. Ini lebih tinggi dari capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023 yang sebesar 5,04 persen YoY.

Selain pertumbuhan konsumsi rumah tangga, komponen lain yang menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi. Komponen tersebut terpantau tumbuh 4,63 persen yoy, dengan sumbangan pada PDB kuartal II-2023 sebesar 27,90 persen.

Konsumsi pemerintah pada kuartal II-2023 juga memberi kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi. Komponen tersebut tumbuh 10,52 persen yoy, dengan sumbangan pada PDB sebesar 7,51 persen.

Pun pertumbuhan konsumsi lembaga non profit (LNPRT) tercatat sebesar 8,62 persen yoy dengan kontribusi sebesar 1,24 persen.

Sayangnya, perdagangan luar negeri Indonesia mencatat pertumbuhan negatif. Padahal, pada kuartal I-2023, baik ekspor maupun impor masih tumbuh signifikan.

Moh Edy bilang, ekspor tergerus 2,75 persen yoy dan impor tergerus 3,08 persen yoy pada kuartal II-2023.

Moh Edy mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut didorong oleh momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Seperti kita ketahui, pada periode tersebut ada momen Ramadan, Idul Fitri, dan juga Idul Adha.

"Adanya momen HBKN ini mendorong peningkatan konsumsi masyarakat dan aktivitas produksi," kata Moh Edy.

Selain memang ada HBKN, Moh. Edy juga bilang pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat.

Dengan demikian, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 ini menambah daftar pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 5 persen setelah masa pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan konsisten pada level 5 persen selama tujuh kuartal berturut-turut, menandakan pertumbuhan ekonomi makin stabil," tandasnya.

Moh Edy mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 5.226,7 triliun. Kemudian, bila dilihat atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp 3.075,7 triliun.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved