Cerita Warga Bekasi yang Rumahnya Dikelilingi Tembok Hotel, Pulang-Pergi Terpaksa Lewat Got
Warga Jatiwaringin, RT 03 RW 04, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat Ngadenin (63) tak punya jalan masuk keluar ke rumahnya.
TRIBUNLOMBOK.COM - Warga Jatiwaringin, RT 03 RW 04, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat Ngadenin (63) tak punya jalan masuk keluar ke rumahnya.
Pasalnya, bangunan rumahnya dikepung tembok hotel hingga menyisakan satu-satunya akses yakni got.
Ngadenin yang sudah 24 tahun menempati rumah itu bahkan sempat tidur di warung apabila tak kuasa menyusuri got untuk pulang.
Ngadeni pun menceritakan awal mula dirinya bisa punya rumah dengan lokasi yang terjepit itu.
"Ini semuanya dulu kan memang yang punya itu satu orang, saya beli di sini awalnya ada jalan, katanya sudah diwakafkan, tapi akhirnya dijual semua ke hotel sama jalannya saya gak tahu," terangnya, seperti dikutip dari Tribunnews.
Baca juga: Heboh Warga di Lombok Timur Mancing Ikan di Genangan Jalan Rusak
Saat itu dia menempati lahan dan rumah tepat di pinggir jalan raya.
"Saya kan tadinya di depan pinggir jalan, saya beli saya bangun (rumah dan warung sate)," kata Ngadenin dikutip dari Tribun Jakarta.
Dia membeli lahan tersebut dari seorang pemilik tanah yang merupakan warga asli di lingkungan setempat.
Selang beberapa lama kemudian, pemilik tanah menjual lahannya di sekitar rumah Ngadenin ke pengusaha hotel.
Ngadenin kemudian terpaksa pindah dan kembali membeli tanah dan rumah di lokasi bedekatan, hanya saja tidak lagi tepat di pinggir jalan.
Rumah inilah yang kemudian dikurung bangunan hotel.
Pemilik lahan ternyata menjual tanah di sekitar rumahnya tanpa menyisakan sedikit pun akses jalan.
Dia dan istrinya kini tinggal di Warung Sate Solo Pak Dadi di Jalan Anugerah Raya Jatiwaringin yang letaknya kurang lebih 100 meter dari rumahnya.
"Karena saya sudah kelelahan, kalau mau pulang. Nah got ini kalau menurut saya kan rawan ya, ada paku ada beling, kawat yang nonjol begitu, kalau malem kadang-kadang ada ular," kata Ngadenin, Sabtu (8/7/2023).
Untuk menuju rumahnya, Ngadenin perlu memakai sepatu boots dan berjalan kaki masuk ke got sedalam satu meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/warga-bekasi-akses-jalan-dikepung-hotel.jpg)