Kamis, 16 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

2 Pekerja Migran Korban TPPO Ditemukan KBRI Tripoli, BP3MI NTB Minta Keluarga Melapor

Melalui unggahan media sosial Instagram KBRI Tripoli, Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) Dede Rifai sudah bertemu dengan Sri Muliemi dan Anismawati.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Sirtupillaili
Dok.KBRI Tripoli
Dua PMI asal NTB yang berkerja di Libya ditemukan petugas KBRI Tripoli. Mereka tengah duduk makan bersama Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) Dede Rifai (kiri). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikabarkan disiksa majikan di Libya, berhasil ditemukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Mangiring Hasoloan Sinaga mengkonfirmasi hal tersebut.

Melalui unggahan media sosial Instagram KBRI Tripoli, Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) Dede Rifai sudah bertemu dengan Sri Muliemi, PMI asal Lombok Timur dan Anismawati, PMI asal Pulau Sumbawa.

Berdasarkan keterangan KBRI Tripoli, Benghazi terletak 1.000 km dari Tripoli dan berada di bawah kekuasaan oposisi Libya.

Baca juga: Satgas TPPO NTB Mulai Bidik Tersangka Kasus Perdagangan Orang

Sebelum bertemu dengan Sri Muliemi dan Anismawati, KUAI KBRI Tripoli memerlukan persetujuan Kementerian Luar Negeri Libya Barat dan Kementerian Luar Negeri Libya Timur.

Di kesempatan sama, Kepala BP3MI NTB Mangiring Hasoloan Sinaga berharap keluarga Sri Muliemi dan Anismawati mampu bersabar dalam proses pemulangan mereka.

Sebab proses pemulangan keduanya sedang diusahakan di Kementrian Luar Negeri.

Sinaga juga meminta pihak keluarga melaporkan pelaku penempatan unprosedural Pekerja Migran Indonesia tersebut.

"Karena menurut hemat kami bukti sudah cukup bahwa yang mereka lakukan adalah dugaan Tindak Pidana, agar kasus-kasus yang sama jangan terulang kembali," ujar Sinaga melalui WhatsApp, Rabu (21/6/2023).

"BP3MI NTB siap untuk mengkoordinasikan penegakan hukum dengan pihak-pihak terkait," sambungnya.

Kepala BP3MI NTB Mangiring Hasoloan Sinaga mengucapkan terimakasih kepada Kemlu RI dan KBRI Tripoli, atas upaya-upaya yang dilakukan dalam melindungi dan pemulangan korban ke Tanah Air Indonesia.

Sebagai informasi, sebelumnya Sri Muliemi dan Anismawati berkerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).

Sri Muliemi merupakan seorang warga Indonesia asal Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Anismawati berasal dari Pulau Sumbawa.

Dalam video singkatnya, Sri Muliemi mengaku dicambuk menggunakan selang air setelah kedapatan berusaha kabur dari tempat kerjanya.

Juga, Sri Muliemi mengaku dijanjikan untuk bekerja di Turki oleh agensi penyaluran tenaga kerja di NTB.

Namun faktanya, ia dikirim bekerja sebagai ART ke Libya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved