Pedagang Kaki Lima Menjamur Selama Ramadhan, Volume Sampah di Mataram Meningkat
Volume sampah yang semakin meningkat di Kota Mataram meningkat menyusul menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) selama Ramadhan.
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Sirtupillaili
Laporan wartawan TribunLombok.com, Setyowati Indah Sugianto
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Meningkatnya jumlah pedagang kaki lima (PKL) selama Ramadhan berdampak pada volume sampah yang semakin meningkat di Kota Mataram.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam menyatakan, pihaknya belum tahu berapa volume peningkatan sampah secara rinci.
"Secara kasat kita melihat memang ada. Tetapi secara jumlah kita tidak pernah menghitungnya," Kata Kemal, Selasa (4/4/2023).
Dia memastikan, peningkatan volume sampah ini tidak menjadi persoalan dan dipastikan tidak menimbulkan TPS liar.
Kemal Islam menambahkan, adanya peningkatan volume sampah selama Ramadhan ini terjadi setiap tahun.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadhan 2023 NTB, Selasa 4 April 2023: Kabupaten Lombok Utara Pukul 18.22 WITA
Para pedagang kaki lima biasa memadati sejumlah jalan di Kota Mataram. Seperti jalan Majapahit, Airlangga, dan Udayana.
“Ini tidak terlalu menjadi beban Dinas Lingkungan Hidup untuk menangani,” katanya lagi.
Peningkatan volume sampah pada bulan Ramadan ini diprediksi mencapai 2 ton per hari.
Pengangkutan oleh petugas masih dilakukan seperti biasanya.
Bahkan, petugas melakukan penyisiran sampah setiap malam untuk menghindari adanya penumpukan.
“Jadi sampah yang ada dari sore hari pedagang musiman ini, itu tetap kita angkut karena jam delapan malam langsung melakukan pengangkutan,” ungkap Kemal.
Dipastikan peningkatan volume sampah ini tidak menimbulkan TPS liar.
Selain karena pengangkutan yang maksimal dilakukan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram sudah melakukan sosialisasi terkait pembuangan sampah.
“Kita sering melakukan sosialisasi terkait dengan mereka menempatkan sampah di pinggir jalan tapi sudah diwadahi,” katanya.
Para PKL yang berjualan harus membayar retribusi kebersihan sebesar Rp5 ribu per bulan.
Besaran retribusi ini disebut masih rendah karena jika dikalkulasikan per hari sangat sedikit.
"Volume sampah saat ini di Kota Mataram yaitu mencapai 240-250 ton per hari. Hanya Rp5 ribu per bulan dan ini dibagi ke 30 hari,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Takjil-23.jpg)