NTB
Jelang Ramadan, Harga Beras di Kota Bima Tembus Rp13.000 Per Kilogram
Penulis: Atina | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Menjelang Ramadan, harga beras di Kota Bima naik hingga Rp13.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini terjadi hanya dalam hitungan hari, dari harga Rp12.000 per kilogram.
Data yang diperoleh di Dinas Koperasi dan Perindustrian (Diskoperindag) Kota Bima, ada komoditi yang naik yakni beras dan bawang merah.
Kasi Pembinaan dan Pengembangan Usaha, Diskoperindag Kota Bima M Nur Setiawan menyebutkan, harga beras premium saat ini dibandrol Rp12.800 hingga Rp13.000 per kilogram.
Nilai tersebut naik dari dua pekan sebelumnya, yang hanya Rp12.000 ribu per kilogram.
Baca juga: Budi Waseso Tak Menampik Harga Beras Masih Mahal dan Akui Adanya Mafia
Sedangkan beras medium yang sebelumnya Rp8.000, kini menjadi Rp9.450 per kilogram.
Selain beras, komoditas lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan.
Dari awal Januari 2023 dibandrol Rp35.000, kini naik menjadi Rp40.000 ribu per kilogram.
Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, kenaikan dua komoditas tersebut akibat berkurangnya pasokan dari daerah lain.
"Beras dan bawang ini masih ditanam oleh daerah di luar Kota Bima, jadi pasokan sedikit. Otomatis harga naik," jelas Iwan.
Biasanya kata Iwan, Bulan Mei dan Juni nanti memasuki panen raya harga-harga akan kembali normal.
Beras yang dijual di Kota Bima ungkap Iwan, rata-rata berasal dari Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa.
"Kalau bawang merah, ya dari Kabupaten Bima dan saat ini semuanya belum panen," tandasnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan pokok lain seperti cabai rawit, daging ayam dan minyak goreng masih terpantau stabil.
Belum terlihat adanya gejolak harga, karena pasokan dari daerah lain masih lancar dan banyak.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/harga-beras-kota-bima-februari-2023.jpg)