Pengakuan Pemeran Live TikTok Mandi Lumpur di Lombok: 'Komentar Jelek Netizen Itu yang Kami Tunggu'

Seorang pemeran mandi lumpur di Lombok menganggap apa yang mereka lakukan masih dalam tahap wajar

Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Seorang nenek pemeran mandi lumpur di live TikTok mempraktikkan perannya, Kamis (19/1/2023). Seorang pemeran mandi lumpur di Lombok menganggap apa yang mereka lakukan masih dalam tahap wajar. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Hampir 50 persen warga Dusun Pedek di Desa Setanggor, Lombok Tengah ternyata menjadi pemeran konten live TikTok mandi lumpur.

Hal tersebut diungkapkan Sadam Husein seorang warga yang turut serta menjadi aktor di akun TikTok @bocahperik.

Masyarakat Dusun Pedek awalnya mengikuti live mandi lumpur ini setelah TikToker Sultan Akhyar yang mendapatkan penghasilan menggiurkan dari konten tersebut.

"Sultan Akhyar yang saat ini dibawa ke Jakarta untuk diwawancarai di salah satu stasiun televisi yang awal mulanya mulai ide live mandi lumpur ini," beber Sadam Husein.

menurut Amaq Mene, masyarakat juga tidak setuju mereka dikatakan ngemis online.

Baca juga: Klarifikasi Konten TikTok Nenek Mandi Lumpur, Pemilik Akun: Pemeran Dapat Bagi Hasil Setengah

Hal ini karena masyarakat Dusun Pedek menurut Amaq Mene sebenarnya mengikuti challenge atau tantangan yang ada di TikTok.

Saat membuat konten, rupanya para viewers tak sedikit yang melempar hujatan.

Namun hal itu lah yang ditunggu-tunggu sebagai pemantik konten untuk lebih cepat mendapatkan tambahan penonton.

Semakin banyak netizen yang menghujat maka orang yang menonton live TikTok tersebut akan semakin banyak.

"Komentar para netizen yang jelek itu justru yang kami tunggu dan nantikan, bukan mau viral namun mau viewers yang banyak saat live sehingga potensi diberikan gift atau hadiah semakin besar," ungkapnya.

Amaq Mane menganggap apa yang mereka lakukan masih dalam tahap wajar di mana mereka masih menggunakan air bersih.

Di konten lain, Amaq Mane malah menyinggung yang lebih ekstrem lagi bahkan hingga mata dan wajah mereka dipenuhi lumpur.

"Ketika kami dilaporkan ke polisi apa dasar hukumnya untuk bisa melaporkan dan memenjarakan kami. Misalkan karena saya mandi saat Malam hari itukan hak kami untuk mandi pada malam hari," terangnya.

"Badan-badan saya dan saya tidak pernah sama sekali merugikan orang lain dan semuanya atas inisiatif kami sendiri tanpa adanya paksaan dari orang lain," urainya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved