NTB

Rumah di Bantaran Sungai Padolo Kota Bima Belum Dibongkar hingga Lewat Deadline

TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Rumah di Bantaran Sungai Padolo Kota Bima Belum Dibongkar hingga Lewat Deadline - Penampakan deretan rumah warga di Bantaran Sungai Padolo, Kota Bima, Selasa (3/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Kondisi bantaran Sungai Padolo Kota Bima saat ini, masih dipenuhi rumah-rumah. 

Padahal dalam pernyataan Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi sebelumnya, Pemerintah Kota Bima diberi deadline oleh JICA untuk mengosongkan bantaran Sungai Padolo maksimal pada 31 Desember 2022. 

Namun pantauan terakhir TribunLombok.com, Selasa (3/1/2023) deretan rumah termasuk Rumah Toko (Ruko) masih memenuhi sepanjang sungai. 

Plt BPBD Kota Bima, Sukarno yang dikonfirmasi, tidak menampik kondisi tersebut. 

Baca juga: Tolak Pembongkaran Rumah, Warga Bantaran Sungai Tantang Wali Kota Bima Ketemu Langsung

Ia mengungkap, ada beberapa kendala yang ditemui oleh pihaknya dalam upaya pengosongan bantaran Sungai. 

Seperti pada bangunan rumah warga, ada yang masih memiliki sisa lahan di luar 5 meter, tetap ingin bermukim. 

"Kan yang dikosongkan itu lima meter. Nah ada yang masih memiliki sisa lahan di luar lima meter, tetap ingin tinggal di situ," ujarnya. 

Selain itu, juga masih ada warga yang bersikukuh menuntut soal fasilitas seperti sekolah dan lainnya. 

Baca juga: BPBD Kota Bima Klaim Sudah Ada Warga Bantaran Sungai Padolo yang Bongkar Sendiri Rumahnya

"Bagaimana pemerintah mau siapkan cepat, warga yang tinggal sedikit. Makanya kami minta segera pindah, agar semuanya satu-satu berjalan," ungkap Sukarno. 

Kemudian untuk ruko-ruko, saat ini pihaknya masih menunggu proses apraisal yang akan dilakukan oleh Dinas Perkim Kota Bima. 

"Sebelum apraisal dilakukan, kami tidak bisa membongkar," ujarnya. 

Sukarno pun mengungkap, hingga saat ini pendekatan persuasif tetap dilakukan pihaknya agar warga segera pindah dan kosongkan rumah di bantaran sungai. 

Ia pun memastikan, kondisi rumah di kawasan relokasi jauh lebih layak jika dibandingkan rumah warga yang ada di bantaran sungai. 

Ditanya peluang pemerintah tidak menggunakan upaya persuasif lagi, Sukarno memastikan sejauh ini tetap gunakan pendekatan yang baik.

Sementara rencana pengerjaan, Sukarno mengungkap berdasarkan hasil rapat terakhir akan dimulai pada Februari 2023.

"Kami minta kerjasama masyarakat di bantaran sungai, untuk segera pindah. Penataan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat sendiri," pintanya.

Sementara itu, Ketua Rt 01 Rw 01 Kelurahan Dara Kota Bima, Efen mengaku sejauh ini kondisi warga masih sama. 

Ada yang sudah mau pindah, ada yang belum dengan berbagai alasan. 

"Masih ada yang belum mau pindah juga," katanya. 

Warga lain, Yaman pun mengungkap hal yang sama, rumah-rumah di sepanjang sungai Padolo masih banyak yang belum dibongkar. 

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.