Keabadian Pele Dimulai dari Tangis Sang Ayah di Depan Radio

Legenda Brasil Edson Arantes do Nascimento alias Pele berpulang di usia 82 tahun setelah lama berjuang melawan kanker usus. RIP Pele.

AFP/JEWEL SAMAD
Foto Legenda Brasil Pele ditampilkan di spanduk besar dekat kerumunan penonton saat pertandingan Grup G Piala Dunia 2022 Kamerun vs Brasil di Stadion Lusail, Qatar, 2 Desember 2022. Pele meninggal dunia dalam usia 82 tahun pada Jumat (30/12/2022) dini hari WIB. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Edson Arantes do Nascimento alias Pele berpulang di usia 82 tahun setelah lama berjuang melawan kanker usus.

Legenda sepak bola dengan tiga trofi Piala Dunia bersama Brasil ini dikenang dengan permainannya yang indah tak terperi di lapangan hijau.

Prestasi hingga rekor Pele abadi. Dimulai dari tekadnya menghapus duka sang ayah berkat kekalahan Brasil di final Piala Dunia 1958.

Pele lahir dari ayah bernama Dondinho, seorang pemain sepak bola kasta rendah Brasil dan ibunya Celeste.

Pele dinamai Edson karena ayahnya terinspirasi Thomas Alfa Edison, salah satu penemu terhebat dalam sejarah.

Baca juga: Pele Wafat pada Usia 82 Tahun, Dunia Kehilangan Bintang Sepak Bola Terbaik Abad ke-20

Kemudian nama Pele disandang setelah dirinya salah mengucapkan nama penjaga gawang Brasil Bile, padahal di lingkungan keluarga, Pele kerap dipanggil Dico.

Mengutip fifa.com, Pele seperti yang terekam indah dalam sejarah ini awalnya bertekad memenuhi janji pada sang ayah.

Kilas balik ke masa kecilnya, Pele mengungkap ayahnya sedang mendengarkan radio siaran langsung Piala Dunia 1950.

Laga itu adalah pertandingan penentuan juara antara tuan rumah Brasil melawan Uruguay.

Brasil sedang dalam misi meraih gelar Piala Dunia pertama dalam laga di Stadion Maracana, Rio de Janeiro itu.

Dondinho bersorak di samping radio kala Brasil unggul 1-0 dalam laga yang dihadiri hampir 200 ribu penonton di stadion tersebut.

Sebenarnya, Brasil hanya butuh hasil imbang untuk bisa merengkuh gelar juara.

Namun pada akhirnya Brasil kalah di hadapan publik sendiri yang hingga saat ini peristiwa itu dikenang sebagai Maracanazo.

Pele yang saat itu pulang ke rumah usai bermain dengan teman-temannya langsung tercengang dengan apa yang dia lihat di hadapannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved